ABDISAINS https://jurnal.umsrappang.ac.id/JAS <p>Jurnal ABDI Sains (Aksi untuk Berkelanjutan dan Inovasi Pemberdayaan Masyarakat) adalah jurnal nasional yang berfokus pada publikasi hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan kepada masyarakat serta memiliki inovasi, praktik terbaik dalam bidang sains yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat. <br>Jurnal ABDI Sains ini merupakan penerapan dari berbagai bidang ilmu, diantaranya pertanian kompleks <strong>(Peternakan, Perikanan, Agribisnis, Agroteknologi, Teknologi Hasil Pertanian, Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Kehutanan, Ilmu Lingkungan).</strong> <br>Jurnal ABDI Sains terbit dua kali sekali yaitu <strong>Januari dan Juli</strong>.</p> Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang en-US ABDISAINS Making Liquid Organic Fertilizer from Gamal Leaves in Iloheluma Village, Patilanggio District, Gorontalo https://jurnal.umsrappang.ac.id/JAS/article/view/2427 <p><em>This community service activity was carried out in Iloheluma Village, Patilanggio District, Pohuwato Regency, Gorontalo, aiming to enhance farmers’ knowledge and skills in utilizing local resources particularly Gliricidia sepium leaves as raw material for producing liquid organic fertilizer (LOF). The program employed counseling, hands-on training, and mentoring methods during the preparation and application of LOF in agricultural fields. The results indicated a significant improvement in participants’ understanding of organic farming concepts and their ability to independently produce and apply LOF. Moreover, the use of G. sepium leaves proved to be efficient, cost-effective, and environmentally friendly, offering a sustainable alternative to chemical fertilizers. This program is expected to strengthen farmers’ self-reliance in organic fertilizer production and promote the sustainability of local agricultural systems.</em></p> Ria Megasari Erse Drawana Pertiwi Muhammad Nasrul Muh Arsyad Yulan Ismail Irwan Nooyo ##submission.copyrightStatement## 2026-01-25 2026-01-25 2 1 1 11 Enhancing MSME Competitiveness Through Packaging Logo Design In Marlempang Village https://jurnal.umsrappang.ac.id/JAS/article/view/2431 <p><em>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Marlempang Village have great potential in the field of local processed food products. Unfortunately, most MSME actors do not yet have the ability to utilize visual elements of products such as logo and packaging design. In fact, logos and packaging are important aspects in building brand identity, attracting consumer attention, and increasing the selling value and competitiveness of products. This community service activity aims to increase the competitiveness of MSMEs by providing training in designing logos and packaging that are attractive, functional, and in accordance with the character of the product. The implementation method includes counseling on the importance of visual design, training in making logos and packaging with simple design applications (Canva), and direct assistance for each MSME. The results of the activity showed an increase in MSME actors' understanding of the importance of visual identity and the ability to design logos and product packaging. It is hoped that this activity will contribute to increasing sales and branding of local products in Marlempang Village. With this assistance, MSMEs in Marlempang Village have a greater opportunity to develop sustainably. This activity has a positive impact on the branding and competitiveness of local MSME products. Further recommendations are digital marketing training and product legality assistance to increase business scale.</em></p> Nuraida Nuraida Sayed Ahmad Zaki Yamani Rahmawati Rahmawati Munar Akram Nailus Saadah Raihan Fitriani Reva Auzira Zita Rizkia Cut Aliani Suci Nazilatul Aini ##submission.copyrightStatement## 2026-01-25 2026-01-25 2 1 12 21 Capacity Building for the Mappetajang Village Community through Agroecotourism Literacy Based on the Geoecology of the Highlands https://jurnal.umsrappang.ac.id/JAS/article/view/2465 <p>Mappetajang Village is one of the villages lagging behind in terms of village development index, but it has high natural potential in realising sustainable development goals, especially in terms of horticultural agriculture and tourism potential. This community service activity aims to improve the literacy of the community and village government in optimising this potential through a participatory approach. The community service was carried out through socialisation activities, focus group discussions and perception surveys of 54 respondents. The impact of the community service was analysed using thematic analysis and descriptive statistics. The results of the community service showed an increase in community understanding of horticultural potential (40%) and agrotourism (32%), with a high level of interest in its development. The main constraints included limited technical skills (42%), capital (33%), and infrastructure (25%). The main recommendations included cultivation training, digital market access, and collaboration with stakeholders. The implementation of a holistic strategy is expected to encourage the transformation of the village economy towards inclusive and sustainable economic resilience</p> Iriansa iriansa Andi Jumardi Masluki Masluki Mutmainnah Mutmainnah ##submission.copyrightStatement## 2026-01-25 2026-01-25 2 1 22 33 Assistance in Strengthening the Capacity of Apparatus in Environmental Protection Supervision in South Sulawesi Province https://jurnal.umsrappang.ac.id/JAS/article/view/2477 <p><em>Berdasarkan undang-undang bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pengawasan lingkungan bertujuan mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan, memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan izin lingkungan, serta melindungi sumber daya alam. Namun, pengawasan lingkungan juga menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang kerap ditemui serta menyusun strategi optimalisasi pengawasan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Metode yang dilakukan dengan telaah pustaka serta wawancara dengan aparat struktural dan fungsional yang terkait dengan penaatan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan hasil penelitian beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengawasan lingkungan antara lain belum optimalnya kerjasama antar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, serta terbatasnya jumlah dan kemampuan pejabat pengawas. Rekomendasi strategi optimalisasi pengawasan lingkungan khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu: 1) sertifikasi kompetensi personil pengawas dan pengendali dampak lingkungan; 2) sosialisasi tata cara pengelolaan pengaduan lingkungan; 3) penentuan skala prioritas untuk pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung; 4) pembentukan balai penegakan hukum lingkungan hidup untuk wilayah Sulawesi; 5) penunjukan ahli untuk melakukan penghitungan besaran denda administratif; serta 6) penggunaan Sistem Informasi Geografis dan teknologi lainnya untuk memperkuat pemantauan kejadian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan.</em></p> Fachrie Rezka Ayyub Hapsah Hapsah Nurviana Nurviana ##submission.copyrightStatement## 2026-01-25 2026-01-25 2 1 34 44 Community Empowerment in Participatory Infrastructure Development Through the ABCD Approach in the Patampanua Agropolitan Area https://jurnal.umsrappang.ac.id/JAS/article/view/2501 <p>Keterbatasan infrastruktur irigasi masih menjadi kendala utama dalam pengembangan kawasan agropolitan Kecamatan Patampanua karena menimbulkan ketidakmerataan pasokan air ke lahan pertanian dan berpengaruh pada produktivitas petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi peningkatan sarana dan prasarana, khususnya jaringan irigasi, melalui penerapan pendekatan Asset <em>Based Community Development</em> (ABCD). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik <em>Focus Group Discussion</em> (FGD) yang melibatkan kelompok tani, aparat desa, serta pendamping pertanian. Tahapan FGD menerapkan prinsip ABCD, dimulai dari <em>discovery</em> untuk menginventarisasi aset utama berupa Sungai Patampanua, keterampilan petani, dan material lokal sekaligus mengidentifikasi persoalan irigasi yang paling mendesak selanjutnya tahap<em> dream</em> digunakan untuk merumuskan visi masyarakat terhadap sistem iriga&nbsp; si permanen yang adil dan berkelanjutan. Tahap <em>design</em> menghasilkan pemetaan teknis jalur irigasi dan skema pengelolaan air berbasis masyarakat serta pemanfaatan aset lokal dalam proses konstruksi. Hasil analisis menetapkan infrastruktur irigasi sebagai prioritas pembangunan tertinggi karena memberikan dampak langsung pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. Dengan demikian, pendekatan ABCD terbukti memperkuat partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan keberlanjutan pengembangan kawasan agropolitan.</p> Pathu Rahman Risma Handayani Iyan Awaluddin Iyan Awaluddin ##submission.copyrightStatement## 2026-01-25 2026-01-25 2 1 45 55