Dua Sisi Akulturasi Bahasa: Dampak Budaya Yogyakarta-Korea pada Novel Langit Goryeo Teori John W. Berry
Abstract
Penelitian ini menganalisis dampak akulturasi bahasa dalam novel Langit Goryeo karya Berliana Kimberly, yang merepresentasikan perpaduan budaya Yogyakarta dan Korea. Dengan menerapkan teori akulturasi dari John W. Berry, fokus penelitian diarahkan pada identifikasi dampak positif dan dampak negatif. Adapun dampak positif, meliputi bilingualisme, multibahasa, penyesuaian psikologis dan sosial, serta keuntungan kognitif, lalu pada dampak negatif, seperti kehilangan bahasa, isolasi dan hambatan, serta kehilangan bahasa ganda. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data bersumber dari narasi dan dialog dalam novel. Hasil penelitian tersebut menunjukkan dominasi dampak positif, mengindikasikan bahwa akulturasi bahasa dalam konteks ini cenderung menghasilkan outcome yang konstruktif. Selain itu, adanya data non-dominan pada dampak negatif menunjukkan bahwa novel ini relevan dengan strategi integrasi Berry. Hal ini menyiratkan pesan, adaptasi antarbudaya, ketika dijalani dengan tepat dan didukung oleh lingkungan yang positif, tidak harus berujung pada penderitaan atau kehilangan identitas, melainkan dapat menjadi katalisator bagi pengayaan diri dan pemahaman lintas budaya.
References
Asfiyah, W. (2022). Akulturasi Budaya Arab dan Lokal dalam Membangun Harmoni Sosial pada Masyarakat Kademangan Bondowoso. Islamic Studies, 01(01), 12–17.
Berry, J. W. (1997). Immigration, acculturation and adaptation. Immigration: Policies, Challenges and Impact, 46(1), 195–211.
Berry, J. W. (1999). Psikologi Lintas-Budaya. Gramedia Pustaka Utama.
Berry, J. W. (2005). Acculturation Strategy and Racial Appearance in the Perception of Immigrant Groups.
Gita Aulia, P. (2018). Proses Akulturasi dalam Komunikasi Antarbudaya pada Kalangan Mahasiswa Papua di Universitas Sumatera Utara. 1–10. http://repository.usu.ac.id
Hasanah, U., & Kharismawati, M. (2019). Penggunaan Budaya Pop Korea dalam Proses Pembelajaran Bahasa Korea bagi Mahasiswa dengan Gaya Belajar Campuran. Lingua Applicata, 3(1), 10–19.
Hasnasari, F. (2017). Desain Interior Rumah Budaya Korea di Yogyakarta dengan Atmosfer K-Pop. https://www.semanticscholar.org/paper/37b3fdad35b82f63b66067cee7fafbcff50e8e86
Jayadi, S. (2022). Konsep Dasar Sosiologi Budaya. Pustaka Egaliter.
Kimberly, B. (2023). Langit Goryeo. PT Akad Media Cakrawala.
Puspitasari, R. N. (2014). Interaksi Budaya dan Bahasa dalam Kehidupan Masyarakat di Indonesia. Bahasa Dan Budaya, 1–7.
Puspitasari, W. (2013). Gaya Hidup Penggemar K-Pop (Budaya Korea) Dalam Mengekspresikan Kehidupannya Studi Kasus K-Pop Lovers Di Surakarta. 1–10.
Rochayanti, C., & Warsiki. (2013). Sosialisasi Budaya Lokal dalam Keluarga Jawa. Bahasa Dan Budaya, 1(2), 308–320.
Sam, D. L., & Berry, J. W. (2006). The Cambridge handbook of acculturation psychology, second edition. In The Cambridge Handbook of Acculturation Psychology, Second Edition. https://doi.org/10.1017/CBO9781316219218
Suhartati, Sa’dun Akbar, & M. G. (2014). Bahan pembelajaran berbasis budaya daerah istimewa yogyakarta yang berkualitas. Pendidikan Humaniora, 1–6.
Zakiah, K., Widya Putri, D., Nurlimah, N., Mulyana, D., & Nurhastuti. (2019). Menjadi Korean Di Indonesia: Mekanisme Perubahan Budaya Indonesia-Korea. Media Tor, 12(1), 90–101. https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mediator/article/view/3979
Retained Rights/Terms and Conditions of Publication
As an author you (or your employer or institution) may do the following:
- Make copies (print or electronic) of the article for your own personal
- Every accepted manuscript should be accompanied by "Copyright Transfer Agreement" prior to the article publication

