Kesantunan Berbahasa Masyarakat Seginim dalam Komentar Instagram: Kajian Teori Brown dan Levinson
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesantunan berbahasa dan strategi komunikasi (strategi langsung, kesantunan positif, kesantunan negatif, dan strategi tidak langsung) yang digunakan oleh keturunan keluarga Seginim di media sosial Instagram sebagai upaya menjaga harmoni sosial di dunia maya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan untuk membedah strategi kesantunan adalah teori Brown dan Levinson (mencakup Bald on record, Positive politeness, Negative politeness, dan Off record). Data berupa percakapan di kolom komentar unggahan foto atau video reels Instagram. Sumber data adalah akun Instagram milik masyarakat keturunan Seginim, Bengkulu Selatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) serta teknik catat. Penelitian ini mengidentifikasi penggunaan berbagai strategi kesantunan oleh masyarakat Seginim di Instagram. Fokus analisis menunjukkan bagaimana identitas kultural dan sistem sapaan khas Seginim bertransformasi atau bertahan di ruang digital, serta apakah nilai-nilai etika lokal tersebut tetap dipraktikkan atau justru mengalami asimilasi dengan gaya bahasa internet yang seragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan strategi kesantunan berbahasa oleh keturunan Seginim di Instagram berfungsi sebagai alat pertahanan budaya lokal di era digital. Hasil penelitian memberikan kontribusi pada bidang pragmatik dalam mendokumentasikan ketahanan nilai sosiokultural daerah dalam interaksi publik virtual.
Retained Rights/Terms and Conditions of Publication
As an author you (or your employer or institution) may do the following:
- Make copies (print or electronic) of the article for your own personal
- Every accepted manuscript should be accompanied by "Copyright Transfer Agreement" prior to the article publication

