WUJUD KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA JAWA DAN BATAK PADA PEMERAN UTAMA SERIAL MAK BETI

  • Nuri Hermawan Universitas Airlangga
Keywords: ketidaksantunan berbahasa Jawa dan Batak, pemeran utama, serial Mak Beti

Abstract

Tulisan ini akan mengulas bentuk ketidaksantunan dalam bahasa Jawa dan Batak tokoh utama dalam serial Mak Beti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bentuk ketidaksantunan berbahasa Jawa dan Batak dalam serial Mak Beti yang sering tren dan tayang di channel YouTube Arif Muhammad. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosiopragmatik dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Data diperoleh dengan mentranskripsikan dialog bahasa Jawa dan Batak para tokoh utama yang mengandung unsur ketidaksopanan. Kemudian, data dianalisis dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bagian-bagian dari prinsip ketidaksopanan. Dari hasil analisis data, ditemukan banyak bentuk ketidaksopanan dalam bahasa Jawa dan Batak dalam serial Mak Beti. Bentuk ketidaksantunan berbahasa dalam serial Mak Beti dapat dijadikan materi dan bekal pembelajaran tentang pragmatik baik di sekolah maupun masyarakat umum agat dapat melihat secara langsung bentuk tuturan yang santun dan yang tidak santun yang tersaji pada tayangan yang menjadi tontonan publik.

References

Andianto, Mujiman Rus dan Rijadi, Arief. (2010). Strategi Kesantunan Berbahasa Lintas Kultur Madura-Jawa dalam Percakapan Wali Murid dan Guru Sekolah Dasar. Jember: Universitas Jember.

Brown, F dan Levinson, S. (1987). Politeness, Some Universals of Language Usage. London: Cambridge University Press.

Budiman, Umiati. (1987). Sari Tata Bahasa Indonesia. Klaten: PT Intan Pariwara.

Chaer, Abdul dan Agustina, Leonie. (2004). Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. (2018). Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.

DeVito, Joseph. (1997). Komunikasi Antar Manusia. (Terjemahan: Agus Maulana). Professional Book:Jakarta.

Fallianda. (2018). Kesantunan Berbahasa Pengguna Media Sosial Instagram: Kajian Sosiopragmatik. Jurnal Etnolingual Vol 2 No 1 Mei, 2018, 35- 54

Hanafi, M. (2020). Kesantunan Imperatif dalam Wacana Akademik: Kajian Sosiopragmatik. CV Budi Utama.

Kasper, G. (1990). Linguistic politeness: Current research issues. Journal of Pragmatics 14 (2), pp. 193–218.

Leech, Geoffrey. (1993). Prinsip-prinsip Pragmatik. Alih bahasa oleh M.D.D Oka. Jakarta: Universitas Indonesia.

May, L. S., Anis I. A., dan Mimi. M. (2015). Gender and politeness strategies in Facebook’s conversations among students in UITM Kelantan. Prosiding. The International Conference on Language, Literature, Culture and Education, 25-26 April 2015: 15-23.

Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Moleong, Lexy J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Moeliono, dkk. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Pranowo. 2009. Berbahasa Secara Santun. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rusmini, Oka. 2012. “Harga Seorang Permpuan”. Kumpulan Cerpen Sagra. Jakarta:

Kompas Gramedia.

Sadapotto, A., & Hanafi, M. (2016). Kesantunan Berbahasa dalam Perspektif Pragmatik. Proceedings The Progressive and Fun Education Seminar.

Semi, M Atar. 1993. Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa.

Tarigan, Henry guntur. 1990. Pengajaran Pragmatik. Bandung: Angkasa.

Wellek, Rene dan Austin Warren. 1990. Teori Kesusastraan Indonesia. Terjemahan Theory of Literature. Melani Budianta. Jakarta: Gramedia.

Published
2022-05-31
How to Cite
Hermawan, N. (2022). WUJUD KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA JAWA DAN BATAK PADA PEMERAN UTAMA SERIAL MAK BETI. Cakrawala Indonesia, 7(1), 1-8. https://doi.org/10.55678/jci.v7i1.639
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.