MALLOMO: Journal of Community Service
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo
<p><strong>MALLOMO: Journal of Community Service </strong>merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang dengan proses peer review. Menerbitkan artikel kegiatan pengabdian pada masyarakat bidang pendidikan, sosial politik, pengembangan sumberdaya manusia, sains dan teknologi. Terakreditasi <strong>SINTA 5</strong> oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sesuai Nomor <a href="https://drive.google.com/file/d/1awcEt17UrfTclbt3rPFP5wvyNRZL22T0/view">79/E/KPT/2023</a> tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode 1 Tahun 2023.</p> <p><strong style="color: #000000; font-family: &quot; noto sans&quot;,arial,helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-decoration: none; text-indent: 0px; text-transform: none; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; word-spacing: 0px;">MALLOMO: Journal of Community Service</strong> terbit<strong> dua kali </strong>setahun yaitu Bulan<strong> Juni </strong>dan<strong> Desember</strong>. Artikel yang telah publish dapat didownload secara gratis, dibaca dan disebarluaskan sebagai rujukan artikel selanjutnya. Paper disubmit secara online melalui halaman OJS dengan melakukan registrasi terlebih dahulu di website ini dengan mengikuti <a href="https://drive.google.com/file/d/1rUrFntFjJyVO9Sz0UD0JkeCXg0AdiS9e/view?usp=sharing"><strong>Template </strong></a> dan Panduan <strong><a href="https://jurnal.umsrappang.ac.id/mallomo/panduan">Penulisan</a>. </strong></p>Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappangen-USMALLOMO: Journal of Community Service2774-7220Pemberdayaan Kelompok Ibu-ibu Aisyiyah dalam Diversifikasi Produk Olahan Nira Mendukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2440
<p><strong><em>Abstract.</em></strong><em> Community service activities were carried out in Tikonu Village, Wundulako Subdistrict, Kolaka Regency, with the target partner being the Aisyiyah women's group. The partnership program aimed to empower the Aisyiyah women's group to be able to process palm sap into value-added products such as palm sugar, natade coco, and palm vinegar with hygienic standards. The approach used was participatory and appropriate technology transfer, involving universities as facilitators and community partners as the main implementers. The main activities included: Technical training on processing palm sap into various healthy and durable processed products; Introduction of simple technologies such as bottle sterilization and hygienic filtration equipment; Business management assistance, including financial record keeping, packaging, and product labeling; Digital marketing training using social media and online platforms to expand market reach; and Monitoring and evaluation of business sustainability through the formation of group action teams. The results of these activities show a significant improvement in the technical and managerial skills of 70% of the partners. The social impact that has emerged is an increase in women's participation in village economic activities, increased social solidarity within the group, and a growing awareness of the importance of productive and sustainable use of local resources. </em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Abstrak</em></strong><em>. </em><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Tikonu, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, dengan mitra sasaran kelompok ibu-ibu Aisyiyah. </em><em>P</em><em>rogram </em><em>kemitraan</em><em> bertujuan untuk memberdayakan kelompok ibu-ibu Aisyiyah agar mampu mengolah nira menjadi produk bernilai tambah seperti gula semut, </em><em>natade coco</em><em>, dan cuka nira dengan standar higienis. Pendekatan yang digunakan adalah </em><strong><em>partisipatif</em></strong><em> dan </em><strong><em>transfer teknologi tepat guna</em></strong><em>, dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai fasilitator dan mitra masyarakat sebagai pelaksana utama.</em><em> </em><em>Kegiatan utama meliputi:</em><em> </em><strong><em>Pelatihan teknis pengolahan nira</em></strong><em> menjadi berbagai produk olahan sehat dan tahan lama;</em><em> </em><strong><em>Pengenalan teknologi sederhana</em></strong><em> seperti </em><em>alat steril botol</em><em> dan penyaringan higienis;</em><em> </em><strong><em>Pendampingan manajemen usaha</em></strong><em>, termasuk pencatatan keuangan, pengemasan, dan pemberian label produk;</em><em> </em><strong><em>Pelatihan pemasaran digital</em></strong><em> menggunakan media sosial dan platform daring untuk memperluas jangkauan pasar; serta</em><em> </em><strong><em>Monitoring dan evaluasi keberlanjutan usaha</em></strong><em> melalui pembentukan tim penggerak kelompok.</em><em> </em><em>Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan teknis dan manajerial mitra</em><em> 70%</em><em>.</em><em> </em><em>Dampak sosial yang muncul meningkatnya partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi desa, meningkatnya solidaritas sosial kelompok, serta tumbuhnya kesadaran terhadap pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal secara produktif dan berkelanjutan.</em><em> </em></p>Bustang BustangAnti Landu LanduAndi Iswan IswanMasitah MasitahAsni Asni
##submission.copyrightStatement##
2025-12-162025-12-166169570310.55678/mallomo.v6i1.2440Sosialisasi Teknologi Bubu Ikan Karang Ramah Lingkungan untuk Mendukung Ekonomi Biru di Kecamatan Pomala Kabupaten Kolaka
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2439
<table style="font-weight: 400;" width="612"> <tbody> <tr> <td width="428"> <p><strong>Abstract.</strong></p> <p><em>This community service activity aims to introduce and enhance the capacity of fishermen in Hakatutobu Village, Pomala District, Kolaka Regency, to apply environmentally friendly coral fish trap (bubu) technology. This technology is expected to reduce destructive impacts on coral reef ecosystems and promote sustainable fishing practices aligned with the blue economy concept. Implementation methods included socialization, demonstration of modified fish traps, and participatory discussions with local fishermen. Results showed an increase in fishermen's knowledge regarding sustainable fisheries principles and interest in adopting eco‑friendly gear. Implementation of this technology is expected to foster sustainable fishing behavior and improve coastal community welfare.</em></p> <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan kapasitas nelayan di Desa Hakatutobu Kecamatan Pomala Kabupaten Kolaka, dalam menerapkan teknologi bubu ikan karang yang ramah lingkungan. Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi dampak destruktif terhadap ekosistem terumbu karang serta mendorong praktik perikanan berkelanjutan sejalan dengan konsep ekonomi biru. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi alat tangkap bubu modifikasi dan diskusi partisipatif bersama nelayan setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan nelayan mengenai prinsip perikanan berkelanjutan dan minat untuk mencoba teknologi bubu ramah lingkungan. Dengan penerapan teknologi ini, diharapkan dapat terbentuk perilaku penangkapan ikan yang lebih lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Maharani ' JafarMasitah MasitahArif PrasetyaLa Ode Abdul Fajar Hasidu
##submission.copyrightStatement##
2025-12-172025-12-176170470910.55678/mallomo.v6i1.2439PENDAMPINGAN PENGELOLAAN BUMDES DALAM OPTIMALISASI POTENSI DESA: STUDI KASUS DI DESA PALAKKA KECAMATAN MAIWA
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2179
<p><strong>Abstract.</strong> <em>Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan dan pelaporan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Palakka, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang. </em><em>Melalui pendekatan pendampingan partisipatif, kegiatan dilakukan dalam beberapa tahap: identifikasi masalah, pelatihan teknis akuntansi, asistensi penyusunan laporan keuangan berbasis SAK ETAP, serta monitoring dan evaluasi berkala. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan pengelola BUMDes dalam menyusun laporan keuangan secara akuntabel dan sistematis. BUMDes yang sebelumnya bergerak di sektor penggemukan sapi mengalami kerugian akibat tingginya angka kematian ternak, sehingga bertransformasi menjadi unit usaha Kredit Simpan Pinjam (KSP) yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Transformasi ini menegaskan pentingnya tata kelola yang baik, partisipasi masyarakat, dan adaptasi terhadap risiko usaha dalam menjamin keberlanjutan BUMDes. Dengan dukungan dokumentasi keuangan yang baik dan strategi usaha yang relevan, BUMDes Desa Palakka menunjukkan potensi sebagai penggerak ekonomi desa yang berdaya saing dan berkelanjutan. Model pendampingan ini diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain dengan kondisi serupa.</em></p> <p><strong><em>Abstract.</em></strong><em> This community service activity aims to enhance the management and financial reporting capacity of the Village-Owned Enterprise (BUMDes) in Palakka Village, Maiwa District, Enrekang Regency. Through a participatory mentoring approach, the program was conducted in several stages: problem identification, technical accounting training, assistance in preparing financial reports based on SAK ETAP, and regular monitoring and evaluation. The results showed a significant improvement in the ability of BUMDes managers to prepare financial reports in an accountable and systematic manner. Initially operating in the cattle fattening sector, the BUMDes experienced losses due to high livestock mortality rates, which led to a transformation into a Savings and Loan (KSP) business unit, considered more adaptive to the community’s socio-economic conditions. This transformation highlights the importance of good governance, community participation, and risk adaptation in ensuring the sustainability of BUMDes. With strong financial documentation and relevant business strategies, the Palakka Village BUMDes demonstrates potential as a competitive and sustainable driver of the village economy. This mentoring model is expected to be replicated in other villages with similar conditions.</em></p>Sarjuna Una
##submission.copyrightStatement##
2025-12-282025-12-286171072310.55678/mallomo.v6i1.2179PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH PERTANIAN-PETERNAKAN MELALUI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI DESA PARIGI KABUPATEN WAJO
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2338
<p><em>Agricultural and livestock waste can serve as a source of raw materials for organic fertilizer. This waste is highly potential due to its abundant availability, yet its utilization has not been optimized to support community needs. Therefore, a community empowerment program was implemented through the production of organic fertilizer from agricultural and livestock waste. The objective of this program is to process waste into organic fertilizer to improve community welfare in Parigi Village, Takalalla Sub-district, Wajo Regency. The approach used included program socialization, counseling, theoretical and practical training, as well as assistance in the production of organic fertilizer from waste. The results of the program showed that participants demonstrated good social skills and cooperation in completing tasks. Even outside of the training sessions, their social skills were evident. The organic fertilizer produced through waste fermentation proved useful in addressing fertilizer shortages and in restoring soil fertility and environmental health. Furthermore, the counseling and training activities ran smoothly and were beneficial in fostering independence in organic fertilizer production based on agricultural and livestock waste, while also significantly increasing participants’ knowledge. Before the training, the average knowledge score was 28.75% (pre-test), and after the training it increased to 87.75% (post-test). Ongoing assistance is still needed to ensure the sustainability of the program in the future.</em></p>sema sema
##submission.copyrightStatement##
2025-12-282025-12-286172473210.55678/mallomo.v6i1.2338Pengolahan Limbah Kulit Pisang Menjadi Produk Selai melalui Pelatihan Ekonomi Kreatif Masyarakat Kelurahan Data
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2347
<p><em>This community service activity aims to improve the knowledge and skills of residents in Data Village, Pinrang Regency, in utilizing banana peels as value-added food products in the form of jam. The program is expected to support the empowerment of the local creative economy through food diversification while reducing unutilized organic waste. The implementation method included several stages, namely socialization, counseling, demonstration of banana peel jam processing, and direct practice assistance for participants. The analysis technique applied was descriptive qualitative, carried out through observation, interviews, and evaluation of community participation during the activity. The results of the program indicated an increase in participants’ understanding of the entire processing procedure, starting from raw material preparation, cooking techniques, product packaging, up to basic marketing strategies. Participants were also able to produce banana peel jam with acceptable organoleptic quality and good consumer feasibility. The conclusion of this activity is that training in processing banana peels into jam can improve community skills, create new business opportunities, and contribute positively to household income. Therefore, this program has proven effective in promoting community empowerment through the creative and sustainable use of local resources.</em></p>sri nur qadri
##submission.copyrightStatement##
2025-12-282025-12-286173374010.55678/mallomo.v6i1.2347Sosialisasi Penerapan Prinsip Good Manufacturing Practice (GMP) dalam Meningkatkan Daya Saing Produk Olahan Ikan yang Unggul di Kelurahan Mallawa, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2349
<p><em>The community service activity in Mallawa Village, Barru Regency, aims to educate the public about the importance of applying the principles of Good Manufacturing Practice (GMP). The activity implementation method is carried out thru the stages of preparation, activity implementation consisting of education/socialization and training or direct practice in making fish floss, packaging, and evaluating the results of the activity by distributing feedback questionnaires. The activities carried out to achieve the objectives are: 1) education on good food processing methods (handling); 2) accounting, namely determining the cost of processed fish products; 3) marketing regarding marketing strategies for processed fish products; 4) minimizing waste, which involves processing fish waste into liquid organic fertilizer. The product resulting from hands-on practice is fish floss. The evaluation results of the feedback questionnaire showed that out of 35 participants, 80 percent were satisfied with the education and training provided. The results of the mentoring provided showed that some participant members had attempted to produce fish floss and package several types of anchovies. Packaging is not only done for processed fish products but also for other products that are characteristic of the partner location, such as turmeric powder, banana chips, and mango sour. The conclusion of this activity is that educational, practical, and participatory methods are used to achieve the goals, including processing fish into value-added products, with GMP principles applied throughout the activity. Of course, nature optimizes direct practices by the community, and the role, support, and guidance of the government and relevant agencies are still highly anticipated.</em></p>Nurlela - Machmuddin
##submission.copyrightStatement##
2025-12-282025-12-286174175110.55678/mallomo.v6i1.2349Pendekatan Literasi Digital Berbasis Website Dalam Pengelolaan Desa Wisata Wasuemba Kabupaten Buton
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2356
<p>The Digital Literacy Action Program Based on a Website in Wasuemba Tourism Village, Buton Regency, is a community empowerment initiative to address limited digital literacy and underdeveloped tourism promotion. Despite being listed in the Top 100 ADWI 2024, marine, cultural, and local product potentials have not significantly improved community welfare due to inadequate internet infrastructure, low digital skills, and reliance on simple social media content. This program, implemented by Universitas Muhammadiyah Buton with Pokdarwis Lahonduru, involved socialization, management training, the development of an official village website (https://wasuemba-desa.id), Starlink internet installation, and digital content workshops. Results indicate improved digital literacy, with participants’ understanding rising from 38% (pre-test) to 60% highly proficient (post-test). Academically, the program contributes a community-based digital literacy model for tourism village development. Socio-economically, it fosters community participation, broadens promotion, increases tourist visits, and creates new entrepreneurial opportunities. Hence, the program emphasizes the importance of integrating digital literacy, infrastructure, and community participation to enhance rural tourism competitiveness in the digital era.</p>Andy Arya Maulana WijayaL.M Azhar Sa'banMuhammad HidayatullahLaode ArwanJasti JahamiPutri MawangsariNarwati NarwatiFadel ArroyanNirmala Sari Anwar
##submission.copyrightStatement##
2025-12-282025-12-286175276310.55678/mallomo.v6i1.2356PENGELOLA SAMPAH PESISIR ANORGANIK DAN ORGANIK DI KELURAHAN WATTANG SOREANG KECAMATAN SOREANG KOTA PAREPARE
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2376
<p><em>The Community Service Program (PKM) in Wattang Soreang Village, Parepare City, was implemented to address coastal pollution caused by the accumulation of household waste, market waste, and fishing activities. The main objective of this activity was to increase community awareness, skills, and independence in managing waste through a participatory, collaborative, and educational approach. The methods included socialization, counseling, sorting training, the use of shredding machines, and the production of compost and liquid fertilizer through modified fermentation tanks. The results of the activity showed an increase in community capacity, as evidenced by the ability to sort waste, the active involvement of partners, and the production of community-based environmentally friendly processed products.</em></p>Asmidar asmidarMuhammad Saenonghamsiah hamsiahdamis damis
##submission.copyrightStatement##
2025-12-282025-12-286176477210.55678/mallomo.v6i1.2376TRANSFORMASI TAMBAK TRADISIONAL MELALUI INOVASI BABY BOX SISTEM PENTOKOLAN BAGI PEMBERDAYAAN KELOMPOK PEMBUDIDAYA UDANG WINDU
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2417
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Wiringtasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian kelompok pembudidaya “Sejahtera Bersama” melalui penerapan sistem Pentokolan dan inovasi teknologi Baby Box. Metode kegiatan yang dilakukan secara partisipatif meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, pembuatan alat, penerapan di tambak, serta evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan teknis dan manajerial mitra dalam pengelolaan kualitas udara, efisiensi penggunaan lahan, serta pengendalian mortalitas benur udang windu. Inovasi Baby Box terbukti meningkatkan tingkat kelangsungan hidup benih hingga lebih dari 80% dan memperkuat efisiensi sistem budidaya. Selain manfaat teknis, kegiatan ini juga memperkuat kelompok kelembagaan serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penerapan teknologi ramah lingkungan. Secara keseluruhan, program ini berhasil mentransformasi praktik budidaya tradisional menuju sistem modern yang efisien, produktif, dan berkelanjutan, serta dapat direplikasi pada kawasan pesisir lain di Sulawesi Selatan.</span></span></p>Muhammad SaenongAsmidar asmidarDanial Danialdamis damis
##submission.copyrightStatement##
2025-12-282025-12-286177378310.55678/mallomo.v6i1.2417PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF BAGI KOMUNITAS PEMUDA PALINDO OFFICIAL DALAM MENYAMPAIKAN ASPIRASI PADA MASYARAKAT BALUASE KABUPATEN SIGI
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2396
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi efektif pemuda di Desa Baluase, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, khususnya anggota Komunitas Palindo Official. Permasalahan yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah keterbatasan kemampuan komunikasi pemuda dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah maupun masyarakat. Kondisi ini menghambat kontribusi pemuda dalam menyuarakan isu-isu sosial, ekonomi, dan budaya yang berkembang di desa. Urgensi kegiatan ini memperkuat kapasitas pemuda sebagai agen perubahan sosial melalui penguasaan keterampilan komunikasi yang efektif. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari pelatihan, diskusi, bimbingan, dan evaluasi, Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan komunikasi pemuda. Hasil penilaian terhadap kemampuan menguasai prinsip 7C sebelum pelatihan yaitu sebagian besar peserta masih berada pada kategori Cukup, yang menunjukkan bahwa penguasaan aspek penilaian belum optimal. Hanya 20% yang masuk kategori Baik, sementara kategori rendah (Kurang dan Sangat Kurang) masih cukup signifikan (20%). Sedangkan penilian pada kemampuan peserta setelah pelatihan yaitu menunjukkan peningkatan kemampuan dengan capaian pada kategori Baik (53,3%) dan Sangat Baik (33,3%). Hanya sebagian kecil yang berada pada kategori Cukup (13,3%), sementara kategori rendah (Kurang dan Sangat Kurang) tidak muncul sama sekali. Dampak dari kegiatan ini adalah terbangunnya sinergi antara pemuda, masyarakat, dan pemerintah dalam mendorong pembangunan desa yang lebih inklusif dan partisipatif.</p>yunidar yunidarGusti Ketut Alit SuputraMuh TahirEfendi EfendiNur Halifah
##submission.copyrightStatement##
2025-12-282025-12-286178479510.55678/mallomo.v6i1.2396The Pendampingan Profesionalisme Guru Pada Optimalisasi Literasi Digital Dengan Media Interaktif Digital Untuk Asesmen Pembelajaran
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2425
<table width="612"> <tbody> <tr> <td width="428"> <p><strong><em>Abstract.</em></strong> <em>Technological advancement requires teachers to possess digital literacy skills as an integral component of their professional competence. Observations indicated that teachers at SMP Bahrul Ulum had not yet optimized the use of interactive digital media for teaching and assessment. This community service program aimed to enhance teachers’ competencies through training and mentoring on the use of interactive digital media via platforms such as Google Sites, Google Forms, Flip, and AI tools. The implementation method was carried out in several stages, including socialization, training, technology application, mentoring, and evaluation. The results demonstrated that teachers successfully utilized Google Sites and Google Forms for developing interactive assessments, Flip for creating digital books and worksheets, and AI as a digital assessment tool. Evaluation data showed high satisfaction levels among participants: 92.91% for overall implementation, 96% for material relevance, 92.95% for trainer competence and methods, and 94.36% for program impact and sustainability. The overall average satisfaction rate reached 94.11%, indicating that the program effectively met teachers’ needs and expectations in promoting digitalization within learning and assessment practices.</em></p> <p><strong><em>Abstrak.</em></strong> <em>Perkembangan teknologi menuntut guru memiliki kemampuan literasi digital sebagai bagian dari profesionalisme. Hasil observasi menunjukkan guru SMP Bahrul Ulum belum optimal dalam memanfaatkan media interaktif digital untuk pembelajaran dan asesmen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan dan pendampingan pemanfaatan media interaktif digital melalui platform digital seperti Google Site, Google Form, Flip, dan AI. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan secara bertahap mulai dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan hingga evaluasi. Hasil pelaksanaan pengabdian menunjukkan bahwa guru mampu menggunakan google site, google form dalam menyusun soal interaktif, flip untuk buku digital/LKS digital, dan AI sebagai tool asesmen digital. Hasil evaluasi atas tingkat kepuasan guru menunjukkan pelaksanaan kegiatan mencapai 92,91%, materi dan relevansi memperoleh mencapai 96%, kompetensi pemateri dan metode yang digunakan memperoleh capaian 92,95%, dan dampak dan keberlanjutan kegiatan memperoleh capaian 94,36%. Atas capaian tersebut, maka rata-rata tingkat kepuasan mitra terhadap pelaksanaan pengabdian mencapai 94, 11%. Capaian ini memberikan arti bahwa pelaksanaan kegiatan telah sesuai dengan kebutuhan guru dan harapan bagi guru untuk mewujudkan penerapan digitalisasi dalam pembelajaran dan asesmennya.</em></p> <p><strong><em> </em></strong></p> </td> </tr> </tbody> </table> <div class="host-bincmiainjofjnhchmcalkanjebghoen" style="position: relative; z-index: 2147483647;"> </div>zaini zaini
##submission.copyrightStatement##
2025-12-282025-12-286179680410.55678/mallomo.v6i1.2425The Rekayasa Teknologi Media Tanam Dan Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Dapur Untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah Di Lingkungan SMK Negeri 1 Gunung Sindur
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2433
<p><em>Sampah organik yang dihasilkan sekolah masih menjadi permasalahan lingkungan akibat keterbatasan fasilitas pengelolaan yang berkelanjutan. SMKN 1 Gunung Sindur menghadapi tantangan serupa dalam upaya mencapai predikat Sekolah Adiwiyata Unggulan. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Mercu Buana (UMB) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis kolaborasi dengan Pemerintah Desa Rawa Kalong dan Tim Adiwiyata sekolah. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam mengelola limbah organik menjadi media tanam dan pupuk cair, sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa dan guru. Metode yang digunakan adalah project-based participatory workshop, mencakup sosialisasi interaktif, demonstrasi video, serta praktik langsung secara berkelompok. Evaluasi dilakukan melalui observasi, dokumentasi kegiatan, dan kuesioner daring. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi aktif peserta. Terbentuknya mini garden menjadi bukti konkret penerapan hasil pelatihan dan media pembelajaran kontekstual berbasis ekoliterasi. Program ini sejalan dengan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, yaitu kolaborasi dosen, mahasiswa, dan mitra eksternal dalam menciptakan solusi inovatif untuk pengelolaan lingkungan berkelanjutan di sekolah dan masyarakat.</em></p>Euis Nina Saparina Yuliani
##submission.copyrightStatement##
2025-12-282025-12-286180581310.55678/mallomo.v6i1.2433Inovasi “Bata Bolong” sebagai Smart Composter untuk Penguatan Resiliensi Petani di Desa Suci, Jember
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2441
<p><em>Perubahan iklim dan peningkatan volume limbah rumah tangga serta pertanian menimbulkan tantangan serius bagi ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat pedesaan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan mendesak akan model pengelolaan limbah berbasis masyarakat melalui penerapan pendekatan ekonomi sirkular di Desa Suci, Kabupaten Jember. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam mengelola limbah menjadi produk bernilai ekonomi melalui inovasi “Bata Bolong” sebagai komposter cerdas berbahan bata terawang. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan partisipatif, dan pendampingan teknis dalam produksi pupuk organik serta pemasaran berbasis digital. Analisis hasil dilakukan secara deskriptif melalui observasi, kuesioner, dan evaluasi capaian produksi. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan petani dalam menerapkan prinsip reduce, reuse, recycle serta kemampuan memproduksi pupuk organik dengan kualitas hara baik dan waktu dekomposisi lebih singkat. Program ini juga mendorong diversifikasi produk, peningkatan pendapatan, dan penguatan resiliensi masyarakat terhadap perubahan iklim. Inovasi Bata Bolong terbukti efektif sebagai model penerapan ekonomi sirkular yang berkelanjutan dan dapat direplikasi pada wilayah pedesaan lain</em></p>Ihsannudin IhsannudinAryo Fajar SunartomoSubhan Arif BudimanSenki Desta GaluhLaily MutmainnahLenny LuthfiyahRizky YanuartiDessy Melia Eka PutriAde Angelia Maizul PutriIlham Hanif Firdausyah
##submission.copyrightStatement##
2025-12-282025-12-286181482110.55678/mallomo.v6i1.2441Pemberdayaan Kelompok Budidaya Lebah Madu Melalui Pengembangan Edu-Ekowisata dan Virtual Maps Berbasis Ekonomi Hijau di Desa Sukamaju Kabupaten Ciamis
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2446
<p><em>This community service program focuses on empowering the Kujang Kencana Honey Bee Cultivation Group in Sukamaju Village, Cihaurbeuti District, Ciamis Regency, through the development of edu-ecotourism and virtual maps based on the green economy<strong> c</strong>oncept. The program is motivated by the significant potential of the beekeeping sector as an environmentally friendly alternative source of income, as well as the opportunity to develop educational tourism in rural areas. The implementation methods include several stages: (1) training in institutional management and entrepreneurship; (2) mentoring in honey-based product innovation; (3) strengthening digital marketing capacity; and (4) developing digital technology-based virtual maps as media for promotion and tourism information. The results of this activity indicate improvements in the group members’ competencies in business management, product packaging, and information technology. Furthermore, the development of virtual maps has expanded promotional reach, improved tourist accessibility, and enhanced the appeal of environmentally based educational tourism. This program also fosters community awareness of the importance of sustainable green economic practices.</em></p>Ii SujaiMarlina Nur LestariTuti RohayatiRefansyah Mukti
##submission.copyrightStatement##
2025-12-282025-12-286182283210.55678/mallomo.v6i1.2446Pelatihan Pemanfaatan Botol Plastik Bekas Menjadi Tempat Pensil bagi Siswa Kelas 7E MTs Terpadu Plus Gondang
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2453
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Sampah plastik menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang paling mendesak di zaman sekarang. Pengelolaan limbah plastik yang tidak baik dapat menimbulkan efek buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan inovasi edupreneurship dengan memanfaatkan botol plastik bekas sebagai tempat pensil untuk siswa-siswi kelas 7E di MTs Terpadu Plus Ponpes Modern Gondang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru pembimbing serta siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil membangun kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan siswa. Proses pembuatan tempat pensil dari botol plastik bekas tidak hanya menghasilkan produk yang fungsional dan menarik tetapi juga berfungsi sebagai metode pembelajaran berbasis proyek yang efisien untuk mengembangkan karakter serta jiwa kewirausahaan para peserta didik. Inovasi ini memberikan dampak positif pada peningkatan kesadaran lingkungan serta kemampuan berpikir kritis dan mandiri siswa. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat dijadikan model pembelajaran yang berkelanjutan untuk mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan, kewirausahaan, dan kepedulian terhadap lingkungan di sekolah.</span></span></p>Nisfu IstiqomahHifni Laila NashifahNisrina Luthfiya AzamSasa Refiatul AlfiantiFerida Rahmawati
##submission.copyrightStatement##
2025-12-282025-12-286183384010.55678/mallomo.v6i1.2453Education on the Impact of Disease Attacks on Horticultural Plants in Helumo Village, Suwawa District, Gorontalo Province.
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2552
<p><em>Horticultural crops are commodities with high economic value, but they are highly susceptible to attacks by plant pests (OPT) in the form of pests and diseases. OPT attacks on horticultural commodities have been reported to cause significant yield losses, even leading to crop failure if not properly controlled. This community service program aims to improve early disease detection capabilities, implement better cultivation technologies, and ultimately reduce losses due to disease attacks. The community service program uses a socialization/educational lecture method combined with discussions, questions and answers, and field assistance. The results of this community service program have positively impacted farmers' knowledge and skills in recognizing early disease symptoms, understanding the causal factors, and being able to apply appropriate cultivation technologies.</em></p>Mayasari YaminIndah PermatasariSri Nur Qadri
##submission.copyrightStatement##
2025-12-292025-12-296185886510.55678/mallomo.v6i1.2552PENERAPAN EKONOMI SIRKULAR MELALUI PENYULUHAN BRAND DAN PENGEMASAN PRODUK JAMUR PADA POKMAS PELITA BERKARYA DI DESA PENYANGGA TAMAN NASIONAL MERU BETIRI
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2456
<table width="612"> <tbody> <tr> <td width="428"> <p><strong><em> Abstract: </em></strong><em>This community service program was carried out to strengthen the capacity of the Pokmas Pelita Berkarya group, which consists of former illegal loggers in the buffer village of Meru Betiri National Park, through the application of circular economy principles in mushroom cultivation. The main problem faced by the group was the low added value of their mushroom products due to limited marketing, lack of product identity (branding), and non-standard packaging that did not meet the requirements of the National Food Agency. To address this issue, participatory extension activities were conducted focusing on brand development, packaging standards, and digital payment adoption with QRIS. The activities included need assessment, interactive presentations, group discussions, and simple practice in designing labels and packaging. The results showed a significant increase in participants’ understanding of branding as not only a visual identity but also a strategic tool for building product reputation and consumer trust. Moreover, they recognized the importance of packaging that ensures product quality, safety, and competitiveness in modern markets. The introduction of QRIS also encouraged participants to adopt digital transactions, enhancing professionalism and market reach. Overall, the program successfully improved the knowledge and skills of the community, created social-ecological transformation narratives, and strengthened the sustainability of mushroom businesses aligned with circular economy practices.</em></p> <p><strong><em>Abstract: </em></strong><em>Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas Kelompok Masyarakat (Pokmas Pelita Berkarya) yang terdiri atas mantan pelaku illegal logging di desa penyangga Taman Nasional Meru Betiri melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular pada usaha budidaya jamur. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya nilai tambah produk akibat pemasaran terbatas, belum adanya identitas merek (branding), serta kemasan yang belum memenuhi standar Badan Pangan Nasional. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan kegiatan penyuluhan partisipatif yang berfokus pada pengembangan brand, standar pengemasan, serta adopsi pembayaran digital dengan QRIS. Kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, presentasi interaktif, diskusi kelompok, dan praktik sederhana dalam mendesain label dan kemasan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta bahwa brand bukan hanya logo, melainkan strategi membangun reputasi dan kepercayaan konsumen. Peserta juga menyadari pentingnya pengemasan sesuai standar untuk menjamin mutu, keamanan, dan daya saing produk di pasar modern. Selain itu, pengenalan QRIS mendorong keterbukaan terhadap transaksi digital sehingga meningkatkan profesionalisme usaha. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, memperkuat narasi transformasi sosial-ekologi, serta mendukung keberlanjutan usaha jamur sesuai prinsip ekonomi sirkular.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>Lenny Luthfiyah Lenny Luthfiyah Lenny Luthfiyah
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-316186687410.55678/mallomo.v6i1.2456Empowerment of Cocoa Farmers through Biotransformation Technology of Cocoa Pod Waste Integrated with BSF Maggot in Tettikenrarae Village, Soppeng Regency
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2481
<p><em>Cocoa </em><em>pod available in large quantity but</em><em> utilization at the farme</em><em>r</em><em> still very limited. This condition creates potential environmental pollution and lost economic opportunities for farming communities. This activity aims to introduce and implement cocoa husk waste </em><em>bio-transformation</em><em> technology using Black Soldier Fly (BSF) maggots as an environmentally friendly innovation for producing animal feed. The activity was implemented through the Community </em><em>Service</em><em> in Tettikenrarae Village, Marioriwawo District, Soppeng Regency, with partners from the Sekkang Mata II Farmers Group. The implementation method included program socialization, training on BSF maggot cultivation, cocoa </em><em>pod</em><em> processing practices, and mentoring in the application of </em><em>bio-transformation</em><em> technology in the field. The results of the activity showed an increase knowledge and skills in utilizing agricultural waste into value-added products. The resulting </em><em>bio-transformation</em><em> product is animal feed with high protein content that can be reused on agricultural land. In addition, this activity raised public awareness of the importance of sustainable waste management and opened up new economic opportunities based on environmental biotechnology. Thus, the application of BSF maggot technology has proven effective as an innovative solution in managing agricultural waste and improving the welfare of cocoa farmers in a sustainable manner.</em></p>Andi Besse Poleuleng
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-316187587910.55678/mallomo.v6i1.2481Edukasi Pertanian Berkelanjutan dalam Manajemen Produksi dan Pemasaran Pada Usaha Tani Nanas Pamboang, Kabupaten Majene
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2488
<p><strong>Abstract</strong><br>This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of pineapple farmers in Betteng Village, Pamboang District, Majene Regency in managing the local Pamboang pineapple cultivation through environmentally sound and economically empowering approaches. The activities consisted of surveys, socialization, training, and monitoring to strengthen farmers’ understanding of sustainable production management, organic waste handling, business planning, product diversification, and digital-based marketing. Training sessions combined technical demonstrations of compost production from pineapple plant residues with managerial guidance related to enterprise development and market expansion. Quantitative assessments showed a substantial increase in participant knowledge, rising from initial levels to significantly higher levels after the training, accompanied by strong positive perceptions of the program’s relevance and usefulness. Most participants reported direct benefits, improved motivation, and greater confidence to apply sustainable cultivation techniques and explore economic opportunities through processed pineapple products and digital promotion. The program concluded that capacity-building efforts grounded in participatory methods, practical demonstrations, and continuous evaluation can effectively support the sustainability of local pineapple agribusiness and contribute to long-term community welfare.</p> <p><strong>Absrtrak</strong><br>Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani nanas varietas lokal Pamboang di Desa Betteng, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene dalam mengelola usaha tani nanas pamboang secara berkelanjutan melalui pendekatan ramah lingkungan dan penguatan ekonomi. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan survei, sosialisasi, pelatihan, serta monitoring untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai manajemen produksi berkelanjutan, pengelolaan limbah organik, perencanaan usaha, diversifikasi produk olahan, dan pemasaran berbasis digital. Pelatihan menggabungkan demonstrasi teknis pembuatan kompos dari residu tanaman nanas dengan materi manajerial tentang pengembangan usaha dan perluasan pasar. Penilaian kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta, disertai persepsi positif terhadap manfaat dan ketepatan pelaksanaan kegiatan. Sebagian besar peserta merasakan manfaat langsung, meningkat motivasinya, serta percaya diri dalam menerapkan teknik budidaya berkelanjutan dan peluang usaha berbasis olahan nanas serta promosi digital. Program ini menyimpulkan bahwa peningkatan kapasitas melalui metode partisipatif, praktik langsung, dan evaluasi berkelanjutan efektif mendukung keberlanjutan usaha tani nanas pamboang dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.</p>Arifan Adhy DJIhsan ArhamAnis Anshari Mas’ud
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-316188088910.55678/mallomo.v6i1.2488Otimalisasi SDM dan Digital Marketing Untuk Pengembangan Lembaga Seni Budaya Pajaga Ada’ Di Era Digital
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2557
<p><em>Art is one of the indicators in preserving and maintaining national identity. This forms a nation’s character, as it possesses a wide diversity of arts and cultures framed within the principle of Bhinneka Tunggal Ika (Unity in Diversity). LSB Pajaga Ada’ is one of the institutions engaged in the fields of art and culture in Maros Regency. In its development, it faces obstacles and challenges in the era of digitalization. Therefore, LSB Pajaga Ada’ requires solutions to address these issues by becoming a partner in the Community Partnership Empowerment Program (PKM). The purpose of this community service activity is to optimize human resources and digital marketing in the development of LSB Pajaga Ada’ in the digital era. The research method employs five stages: (1) socialization; (2) training; (3) technology implementation; (4) mentoring and evaluation; and (5) program sustainability. The results indicate an improvement in human resource capabilities and digital marketing management through the use of Meta Verified Instagram, Canva Pro accounts, and a website, as well as the development of artistic works. In conclusion, the training participants experienced increased skills and mastery in human resource management, digital marketing, and the utilization of Canva and websites.</em></p>SYAMSUL BAKHTIAR ASSYuni KartiniAbdillah SAS
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-316184185710.55678/mallomo.v6i1.2557Peran Akademisi Dalam Mendukung Program Inovasi Pajak Daerah Kota Parepare
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2460
<p>Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan program inovasi pajak daerah di Kota Parepare melalui keterlibatan akademisi dalam penguatan layanan publik. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, pendampingan layanan administrasi pajak, edukasi masyarakat, serta penyebaran informasi terkait program insentif pajak daerah. Metode yang digunakan meliputi pengamatan langsung, kolaborasi dengan petugas, serta dokumentasi aktivitas pelayanan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa membantu mempercepat penyebaran informasi, meningkatkan ketepatan pendataan, serta mendukung efektivitas operasional layanan pajak. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kewajiban perpajakan dan mendorong partisipasi dalam memanfaatkan program keringanan yang tersedia. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa peran akademisi memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan tata kelola pajak daerah. Implikasi praktis dari kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk mendorong inovasi kebijakan pajak yang lebih efektif.</p>Deli Avisa DeliavisaYusran BachtiarFitra Wahyuni
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-316189089810.55678/mallomo.v6i1.2460Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah: Solusi Edukatif untuk Pengelolaan Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2516
<p>Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan warga Desa Harjowinangun Barat melalui pelatihan pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan lilin aromaterapi bernilai ekonomi. Kegiatan ini mengadaptasi pendekatan Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset, kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi mengenai pengelolaan limbah rumah tangga yang berkelanjutan serta pelatihan praktik pembuatan lilin. Analisis deskriptif terhadap hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat, yang tercermin pada meningkatnya kesadaran lingkungan, keterampilan teknis, dan potensi kemandirian ekonomi, terutama di kalangan ibu rumah tangga. Program ini berhasil menghasilkan produk ramah lingkungan dengan peluang pengembangan sebagai usaha kreatif berkelanjutan, sekaligus memperkuat jaringan sosial dan semangat kewirausahaan lokal. Dengan demikian, kegiatan ini merupakan model efektif yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, konservasi lingkungan, dan penguatan ekonomi lokal, serta memiliki potensi replikasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat komunitas.</p>Feni MarliaAizhul Novie NabilaLaela Nur Al IstianaFadiyah Putri AfifahAgus PrasetyonoCatur Wahyudi
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-316189990810.55678/mallomo.v6i1.2516Literasi Digital Mengenai Artificial intelligence berbasis Canva dalam membentuk Skill dan Kreatif Siswa Kelas IX di SMPN 27 BATAM
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2429
<p><em>This community service (PkM) activity was conducted by the Christian Religious Education Undergraduate Program of STT Real Batam at SMP Negeri 27 Batam, in response to the importance of digital literacy for students, particularly an understanding of Canva-based AI. The objective of this activity was to improve digital literacy, develop creativity, and equip students with practical skills in using Canva as a tool to develop their potential. The implementation method consisted of three stages: observation to map student needs and abilities, training to provide materials and hands-on practice using Canva, and evaluation to assess the results of the activity. The results of this activity showed an increase in students' understanding of Canva and their ability to produce creative digital works such as posters, brochures, and presentation assignment designs. Student enthusiasm also increased, reflected in their enthusiasm and satisfaction during the training. The conclusion of this activity is that the PkM Team successfully improved students' digital literacy and creative skills and demonstrated that the use of Canva-based AI can be an effective tool in developing the skills of a younger generation ready to face the challenges of the digital era.</em></p>rame irda sihombingNugroho Agustinus ManaluEndang Olivia SitumorangRiza Zelita TambaNikita Junita Selviani DongoranTio Rima HutahaeanJunianty Lestari SitanggangNovita Ester Marlina ZebuaKarona Enjelina Oktavia SihombingFiriska Yulinata Nababan
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-316190991610.55678/mallomo.v6i1.2429Penerapan Teknologi Pengolahan Bawang Goreng Rendah Minyak Berbasis Zero Waste untuk Pemberdayaan UMKM Patoloan
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2390
<table width="612"> <tbody> <tr> <td width="428"> <p><strong>Abstract.</strong> <em>This community service activity aimed to enhance the independence and production capacity of small-scale fried shallot enterprises in Patoloan Village through the application of appropriate technology based on a zero-waste concept. The program was conducted over six days using a participatory approach involving training, mentoring, and direct evaluation of the production process. The technologies applied included peeling, slicing, oil-spinning, and sealing machines to improve product quality and production efficiency. The results showed significant improvements in processing speed, reduced oil content in the final product, and more hygienic and attractive packaging. In addition, onion skin waste was utilized as a natural pesticide in line with the zero-waste principle. The application of these technologies successfully improved product quality, efficiency, and competitiveness while empowering the local economy in Patoloan Village.</em></p> <p><strong>Abstrak. </strong><em>Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan kapasitas produksi UMKM pengolah bawang goreng di Desa Patoloan melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis konsep zero waste. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama enam hari dengan metode partisipatif yang melibatkan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi langsung pada proses produksi. Teknologi yang diterapkan meliputi mesin pengupas, perajang, peniris minyak, dan sealer untuk memperbaiki kualitas produk serta efisiensi waktu kerja. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kecepatan produksi, penurunan kadar minyak pada bawang goreng, dan tampilan kemasan yang lebih menarik serta higienis. Selain itu, limbah kulit bawang dimanfaatkan menjadi pestisida nabati sebagai bentuk penerapan konsep zero waste. Penerapan teknologi ini terbukti meningkatkan mutu, efisiensi, dan daya saing produk UMKM, sekaligus memberikan dampak pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah Patoloan.</em></p> <p><strong><em> </em></strong></p> </td> </tr> </tbody> </table>Soghi Ratu MappakayaCitra Wahyu Annisa RMely MarlianaCitri Novianti Irlan
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-316191792310.55678/mallomo.v6i1.2390Pemanfaatan Singkong sebagai Komoditas Strategis Ekonomi Desa Gendoang
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2517
<p>Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Program ini bertujuan mengoptimalkan potensi lokal guna meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat. KKN Universitas Pancasakti Tegal di Desa Gendoang, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, difokuskan pada pengembangan produk olahan singkong sebagai sumber ekonomi desa. Desa ini memiliki potensi singkong yang selama ini dijual mentah dengan nilai ekonomi rendah. Melalui pelatihan, pendampingan, dan sosialisasi, mahasiswa memberikan pembinaan pengolahan singkong menjadi produk makanan inovatif seperti bola-bola singkong untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal. Metode yang digunakan meliputi pelatihan praktik, penyuluhan produksi, pengemasan, dan pemasaran sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan pengolahan pangan lokal, semangat kewirausahaan, serta terbentuknya usaha rumahan baru yang dikelola oleh ibu rumah tangga dan pemuda. Kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya inovasi dalam pemanfaatan potensi pertanian lokal untuk penghasilan berkelanjutan. Program ini membuktikan kontribusi nyata KKN dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dan sebagai model pengabdian perguruan tinggi berbasis potensi lokal.</p>Elzayin RhamdhiniHanny IstiqomahIndriyani PujilestariSilmy Mumtazah
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-316192493010.55678/mallomo.v6i1.2517Sinergi Kesehatan dan Advokasi: Pengabdian kepada Masyarakat dalam Pelatihan Sosial Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2530
<p><em>Kesehatan masyarakat terutama pada kelompok perempuan usia lanjut masih menghadapi tantangan terkait meningkatnya penyakit tidak menular yang sering tidak disadari gejalanya. Pemeriksaan kesehatan berkala menjadi penting untuk mendukung deteksi dini risiko metabolik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan melalui pemeriksaan dasar bagi peserta Pelatihan Advokasi Sosial Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta. Pelaksanaan kegiatan meliputi pendataan peserta, pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, dan asam urat, pencatatan hasil, serta konsultasi kesehatan. Sebanyak 30 peserta perempuan berusia 40 hingga 70 tahun mengikuti kegiatan ini. Hasil menunjukkan sebagian besar peserta memiliki tekanan darah di atas normal, kadar gula darah sewaktu tinggi, dan kadar asam urat melebihi nilai rujukan. Temuan tersebut menggambarkan perlunya pemantauan rutin untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai kondisi kesehatannya dan mendorong perubahan perilaku ke arah gaya hidup lebih sehat. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan pemeriksaan yang lebih luas dan materi edukasi yang lebih komprehensif.</em></p> <p><em>The rising burden of chronic diseases among older women highlights the importance of regular health screening as an early detection effort to reduce metabolic risks within the community. This community service activity aimed to improve health awareness through basic health assessment among participants of the Social Advocacy Training held by the Central Board of ‘Aisyiyah Yogyakarta. The activity consisted of </em><em>participant registration, measurement of blood pressure, random blood glucose, and uric acid levels, followed by recording and health consultation. A total of 30 female participants aged 40 to 70 years were involved. The results indicated that most participants had elevated blood pressure, high random blood glucose, and increased uric acid levels. These findings emphasize the need for continuous monitoring to prevent further complications. This program effectively enhanced participants’ understanding of their health conditions and supported behavior changes toward healthier lifestyles. Similar activities are recommended to be continued with broader screening components and more comprehensive educational content.</em></p>Yuyun Nailufar
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-316193193710.55678/mallomo.v6i1.2530Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Tanaman Pada Mix Demplot Kelompok Tani Lestari Jaya Mandiri
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2540
<table width="612"> <tbody> <tr> <td width="428"> <p><strong>Abstract.</strong> Tanaman organik merupakan tanaman yang diakui secara resmi oleh badan independen dan ditanam serta diolah sesuai standar tertentu untuk memastikan kualitas dan keaslian produk. Di Desa Lamedai, khususnya dalam budidaya cabai rawit, produktivitas tanaman organik masih tergolong rendah dan ketersediaan pupuk organik yang mampu memenuhi kebutuhan petani belum mencukupi, sehingga berdampak pada hasil produksi yang belum optimal dan berkelanjutan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tujuan utama meningkatkan keterampilan petani dalam membuat pupuk organik secara mandiri dan efektif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi mengenai manfaat dan pentingnya pupuk organik, pelatihan praktis pembuatan pupuk dari awal proses persiapan bahan dan alat, penyusunan bahan secara berlapis dan pencampuran, fermentasi yang melibatkan pembalikan bahan secara berkala, serta proses pengemasan dan penyimpanan pupuk agar tahan lama dan siap pakai. Pelatihan ini dilaksanakan langsung di Desa Lamedai agar sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan petani. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa petani mampu memahami dan melaksanakan seluruh tahapan pembuatan pupuk organik, mulai dari persiapan bahan, pencampuran, fermentasi, hingga pengemasan secara mandiri.</p> </td> </tr> </tbody> </table>hasbiadi hasbiadi
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-316193894610.55678/mallomo.v6i1.2540PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN LITERASI DIGITAL SEBAGAI PENGUATAN DAKWAH KOMUNITAS PIMPINAN DAERAH PEMUDA MUHAMMADIYAH CILACAP DI ERA REVOLUSI SOSIAL 5.0
https://jurnal.umsrappang.ac.id/index.php/mallomo/article/view/2550
<p><em>Di era revolusi sosial 5.0 sekarang ini, seseorang harus menguasai literasi yang mumpuni agar dapat mengembangkan diri dan mampu bersaing di kancah global. Pemuda Muhammadiyah sebagai ujung panah dakwah Persyarikatan Muhammadiyah sangat memerlukan wawasan berupa pelatihan dan pengembangan literasi digital untuk menunjang kegiatan dakwah. Tujuan kegiatan ini adalah (1) memberi pemahaman tentang pentingnya penguasaan literasi digital sebagai strategi dakwah di era revolusi sosial 5.0, (2) memberi dan menguatkan pemahaman tentang teknik mencari sumber kegiatan dakwah dengan baik dan benar (sahih) di media digital, khususnya berbasis media sosial, dan (3) melatih untuk meningkatkan keterampilan menulis esai populer berbasis media sosial untuk menunjang kegiatan dakwah komunitas. Metode yang digunakan adalah tes dan pelatihan. Hasil yang kegiatan ini yaitu (1) meningkatnya pemahaman tentang penguasaan literasi digital sebagai strategi dakwah komuniktas di era revolusi sosial 5.0, (2) meningkatnya pemahaman teknis mencari sumber informasi untuk kegiatan dakwah komunitas dengan baik dan benar (sahih) di media sosial, dan (3) terampil dalam menulis esai populer di media sosial untuk menunjang kegiatan dakwah komunitas di lingkungan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Cilacap. , pelatihan ini berkontribusi dalam membentuk masyarakat yang lebih cakap, kritis, dan bijak dalam memanfaatkan media digital untuk tujuan edukatif dan dakwah.</em></p>Eko MuharudinMukti Agung WibowoIlham RabbaniOnok Yayang PamungkasElly Hasan Sadeli
##submission.copyrightStatement##
2026-01-052026-01-056194795810.55678/mallomo.v6i1.2550