Jurnal Sains Agribisnis https://jurnal.umsrappang.ac.id/jsa <div>&nbsp;<span lang="IN"><em><strong>Jurnal Sains <a href="https://www.agrikompleks.my.id/" target="_blank" rel="noopener">Agribisnis</a> </strong></em>merupakan wadah ilmiah yang memfasilitasi penyebaran hasil pemikiran dan penelitian dari para dosen, peneliti, dan praktisi yang memiliki komitmen terhadap kemajuan agribisnis pertanian. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan <strong>Juni</strong> dan <strong>Desember</strong>.&nbsp;Lingkup artikel dalam jurnal ini memfokuskan pada kajian Agribisnis, sosiologi pertanain/pedesaan, ekonomi pertanian, penyuluhan pertanian, kelembagaan pertanian dan kewirausahaan.&nbsp;</span><span lang="IN">Terakreditasi <strong>SINTA 3</strong>&nbsp;sesuai Nomor <a href="https://drive.google.com/file/d/1d3DJTcV6HNSF0Q8n7LRxLoJ881PKvyPy/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">295/C/C3/KPT/2026</a> tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode 2 Tahun 2025.&nbsp;</span></div> Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang en-US Jurnal Sains Agribisnis 2798-4893 Kajian Ekonomi Rumah Tangga Nelayan Desa Salubomba Kecamatan Banawa Tengah Kabupaten Donggala https://jurnal.umsrappang.ac.id/jsa/article/view/1888 <p>Aspek penting yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan dan perekonomian nelayan yaitu kondisi sosial ekonomi dan nilai tukar nelayan serta upaya pemberdayaan terhadap nelayan itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pendapatan rumah tangga dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) di desa Salubomba. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan dimulai bulan September sampai dengan Desember 2024 di Desa Salubomba Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode survey. Berdasarkan hasil penelitian ditunjukkan bahwa Pendapatan nelayan bagan desa Salubomba berasal dari 2 sumber yaitu pendapatan dari hasil usaha perikanan dan usaha non perikanan/sampingan. Rata-rata pendapatan rumah tangga nelayan perbulan yaitu nelayan dari hasil usaha perikanan yaitu sebesar Rp.8.800.000, sedangkan dari kegiatan non perikanan yaitu Rp. 1.100.000. Secara keseluruhan nilai NTN untuk nelayan bagan pada tahun 2024 berada di atas satu (&gt;1). Hal ini munjukkan bahwa nelayan di desa Salubomba Kecamatan Banawa Tengah mempunyai tingkat kesejahteraan cukup baik untuk memenuhi kebutuhan subsistennya dan mempunyai potensi untuk mengkonsumsi kebutuhan sekunder atau tersiernya.</p> <p>&nbsp;</p> Fachrudin A. Yahya Taufik Ihsan Yanti Muthalib ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 6 1 1 13 10.55678/jsa.v6i1.1888 Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani Melati Terhadap Program Lumbung Pangan Di Kalurahan Jagalan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta https://jurnal.umsrappang.ac.id/jsa/article/view/1951 <p>Ketahanan pangan merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan perdesaan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap fluktuasi ketersediaan pangan. Berbagai program pemberdayaan masyarakat telah dikembangkan untuk memperkuat cadangan pangan di tingkat lokal, salah satunya melalui program lumbung pangan yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati terhadap program lumbung pangan di Kalurahan Jagalan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Partisipasi diukur berdasarkan empat aspek, yaitu meliputi : pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan pengawasan. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel dipilih secara sensus yaitu mengambil seluruh jumlah populasi sebagai sampel sebanyak 25 anggota KWT Melati. Hasil penelitian menyatakan bahwa tingkat partisipasi anggota dalam program lumbung pangan masuk kategori tinggi, dengan skor rata-rata 2,8 dari skala 3. Anggota KWT berperan aktif dalam setiap aspek program, meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterlambatan pembayaran pinjaman serta keterbatasan waktu akibat tanggung jawab rumah tangga. Oleh karena itu, perlu untuk membuat jadwal angsuran yang fleksibel menyesuaikan siklus panen atau pendapatan rumah tangga anggota untuk memperkuat sistem pengawasan dan disiplin pembayaran pinjaman.</p> Amanda Arifia Safitri Ismiasih Ismiasih Istiti Purwandari ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 6 1 14 24 10.55678/jsa.v6i1.1951 Peran Koperasi Tani BMT Barokah Dalam Meningkatkan Produksi Anggota Pada Usahatani Padi Di Desa Trimulyo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta https://jurnal.umsrappang.ac.id/jsa/article/view/2193 <p>Desa Trimulyo, Kabupaten Bantul, merupakan salah satu daerah dengan potensi usahatani padi yang cukup besar. Namun, petani padi di desa ini menghadapi keterbatasan akses permodalan, tingginya biaya sarana produksi (saprotan), serta lemahnya posisi tawar dalam pemasaran hasil panen. Kelembagaan seperti koperasi hadir sebagai solusi potensial untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Koperasi Tani BMT Barokah dalam meningkatkan produksi usahatani padi anggotanya di Desa Trimulyo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner kepada anggota koperasi yang berprofesi sebagai petani padi. Lokasi penelitian dipilih secara purposive yaitu di Kabupaten Bantul yang dipilih dalam program lumbung pangan nasional. Sampel ditentukan secara purposive, dengan jumlah 30 orang.Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan pengukuran menggunakan skala rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi memiliki peran yang bervariasi pada beberapa aspek. Peran tertinggi ditunjukkan dalam penyediaan sarana produksi, dengan rincian penggunaan pupuk sebesar 94,76%, pestisida 95,19%, dan benih 81,09%. Dalam aspek permodalan, koperasi berperan sedang dengan persentase 48,16%, sedangkan pada aspek pemasaran hasil panen, koperasi berperan rendah dengan hanya 1,52% penggunaan jasa pemasaran oleh anggota. Sementara itu, peran koperasi dalam penyediaan jasa pengembangan belum berjalan secara berkelanjutan. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa Koperasi Tani BMT Barokah berperan dalam penyediaan sarana produksi, namun perlu peningkatan dalam aspek permodalan, pemasaran, dan pengembangan anggota secara berkelanjutan guna mendukung produksi petani secara maksimal.</p> Irma Lafifatul Muamanah Istiti Purwandari Ismiasih Ismiasih ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 6 1 25 33 10.55678/jsa.v6i1.2193 Analisis Pendapatan Petani Jagung Di Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DIY https://jurnal.umsrappang.ac.id/jsa/article/view/2377 <p>Jagung merupakan salah satu komoditas pangan utama yang memiliki peran penting dalam perekonomian pertanian di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung. Namun, meskipun luas lahan tanam jagung terus mengalami peningkatan, produksi jagung justru menunjukkan tren penurunan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan petani jagung dan kelayakan usahatani jagung di Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2024 dengan total sampel sebanyak 30 petani. Analisis data menerapkan perhitungan pendapatan serta kelayakan usaha tani R/C (RC Ratio). Hasil penelitian menunjukkan penerimaan usaha tani petani jagung sebesar Rp18.720.000 per musim, total biaya sejumlah Rp5.529.521, sehingga keuntungan yang diperoleh sejumlah Rp13.190.479 per musim. Nilai R/C (RC Ratio) diperoleh sebesar 3,39 yang berarti usaha tani jagung layak untuk dikembangkan karena setiap Rp 1 biaya yang dikorbankan oleh petani mampu memperoleh penerimaan sebesar Rp3,39. Namun, peningkatan luas lahan yang tidak diiringi peningkatan produksi mengindikasikan adanya masalah efisiensi dan produktivitas. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan akses terhadap teknologi tepat guna, seperti penggunaan benih dan bibit unggul serta mekanisasi pertanian.</p> Suarman Ndruru Ismiasih Ismiasih Danang Manumono ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 6 1 34 40 10.55678/jsa.v6i1.2377 Respon Petani Terhadap Bantuan Pompanisasi Program PAT Terhadap Produktivitas Usaha Tani Padi Di Kecamatan Lappariaja https://jurnal.umsrappang.ac.id/jsa/article/view/2379 <p>Ketahanan pangan merupakan isu strategis nasional yang memerlukan dukungan kebijakan dan inovasi teknologi pertanian. Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah adalah Program Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui bantuan pompanisasi untuk lahan sawah tadah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon petani terhadap bantuan pompanisasi Program PAT di Kecamatan Lappariaja, yang meliputi tingkat pemanfaatan, kepuasan, kemudahan penggunaan, manfaat, dan penerimaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan 145 responden, ditentukan menggunakan rumus Slovin, dan data dianalisis dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks keseluruhan sebesar 90,9% dengan kategori sangat baik. Dimensi penerimaan (94%), kepuasan (93%), dan manfaat (92%) menjadi yang tertinggi, sedangkan kemudahan penggunaan (87%) relatif lebih rendah karena keterbatasan pemahaman teknis perawatan pompa (82%) yang menjadi bottleneck utama. Secara umum, program dianggap efektif meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Secara kebijakan, diperlukan penguatan pelatihan perawatan, kelembagaan pengguna pompa, serta dukungan pembiayaan operasional dan teknis berkelanjutan agar keberlanjutan program terjamin dan dapat direplikasi di wilayah tadah hujan lainnya.</p> Titin Nuryadin Syamsinar Syamsinar Majdah M. Zain Helda Ibrahim ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 6 1 41 55 10.55678/jsa.v6i1.2379 Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Kelapa Sawit Di Kabupaten Lamandau https://jurnal.umsrappang.ac.id/jsa/article/view/2399 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan produktivitas kelapa sawit sebagai komoditas strategis yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat produksi kelapa sawit pada petani di Kabupaten Lamandau. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan petani dan dianalisis menggunakan model regresi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,811, yang berarti 81,1% variasi produksi dapat dijelaskan oleh variabel luas lahan (X1), pemupukan (X2), penggunaan herbisida (X3), dan tenaga kerja (X4). Hasil uji F menunjukkan bahwa model berpengaruh signifikan secara simultan pada tingkat kepercayaan 95%. Secara parsial, luas lahan berpengaruh positif dan signifikan pada taraf α = 5%, sedangkan pemupukan berpengaruh positif dan signifikan pada taraf α = 10%. Sementara itu, penggunaan herbisida dan tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi dapat difokuskan pada optimalisasi pengelolaan lahan dan pemupukan yang tepat. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan variabel non-teknis agar memberikan analisis yang lebih komprehensif.</p> Nur Ikhsan Roni Ismoyojati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 6 1 56 62 10.55678/jsa.v6i1.2399 Analisis Pendapatan Usaha Pengolahan Bubuk Kopi Robusta (Coffea Canephora) Pada Umkm Khatulistiwa Kopi Kabupaten Kepahiang https://jurnal.umsrappang.ac.id/jsa/article/view/2469 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya pendapatan yang diperoleh UMKM Khatulistiwa Kopi dalam kegiatan usaha pengolahan bubuk kopi Robusta (Coffea canephora) di Kabupaten Kepahiang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya industri pengolahan kopi sebagai sektor pendukung perekonomian daerah serta meningkatnya minat konsumsi kopi lokal. Penelitian dilakukan pada April-Mei 2025 di UMKM Khatulistiwa Kopi dengan menggunakan data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi perhitungan biaya produksi, penerimaan, serta pendapatan usaha menggunakan pendekatan analisis pendapatan (income analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pengolahan bubuk kopi Robusta pada UMKM Khatulistiwa Kopi menghasilkan pendapatan bersih rata-rata Rp28.004.750 per periode (6 bulan) dengan nilai R/C ratio sebesar 1,19, yang mengindikasikan usaha layak dan efisien. Temuan ini mengindikasikan bahwa usaha pengolahan bubuk kopi Robusta pada UMKM Khatulistiwa Kopi layak untuk dikembangkan dan berpotensi meningkatkan pendapatan pelaku usaha serta mendukung penguatan perekonomian lokal di Kabupaten Kepahiang.</p> Dopi Saputra Fitri Lestari Tanti Novita ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 6 1 63 70 10.55678/jsa.v6i1.2469 Analisis Risiko Produksi Usahatani Padi Sawah Di Kabupaten Landak https://jurnal.umsrappang.ac.id/jsa/article/view/2614 <p>Kabupaten Landak memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan regional sebagai lumbung pangan utama, namun menghadapi risiko produksi stokastik yang tidak terduga. Kondisi ini semakin sulit karena diperparah dengan ketersediaan profil risiko produksi di Kabupaten Landak masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko produksi usahatani padi sawah di Kabupaten Landak. Menggunakan metode purposive sampling terhadap 100 petani di Kecamatan Sebangki, Menjalin, Jelimpo, dan Sengah Temila, data produksi tiga musim terakhir dianalisis menggunakan Koefisien Variasi (CV) dan Batas Bawah Produksi (L). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai CV sebesar 0,23, mengindikasikan risiko produksi pada kategori sedang. Mayoritas responden (80%) berada pada kategori risiko rendah hingga sangat rendah, sementara 20% menghadapi risiko menengah. Rata-rata nilai L sebesar 1.069,13 kg menunjukkan resiliensi yang cukup kuat bagi petani untuk menghindari kegagalan panen total. Temuan ini mengonfirmasi stabilitas produksi melalui dukungan program pompanisasi dan optimalisasi lahan (opla). Penelitian ini menyarankan penguatan kepesertaan Asuransi Usahatani Padi (AUTP) bagi kelompok petani rentan untuk memitigasi risiko stokastik secara berkelanjutan.</p> Muhammad Nurdin Dewi Kurniati Adi Suyatno ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 6 1 71 78 10.55678/jsa.v6i1.2614 Studi Perbandingan Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit Monokultur Dengan Interkultur di Desa Puudongi Kecamatan Polinggona Kabupaten Kolaka https://jurnal.umsrappang.ac.id/jsa/article/view/2649 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pendapatan dan ada tidaknya perbedaan pendapatan tingkat pendapatan petani yang menggunakan pola tanam monokultur dengan interkultur pada perkebunan kelapa sawit di Desa Puudongi Kecamatan Polinggona Kabupaten Kolaka. Penelitian ini dilaksanakan sejak 06 Januari sampai 26 Maret 2023 di Desa Puudongi Kecamatan Polinggona Kabupaten Kolaka. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 orang petani monokultur dan 20 orang petani interkultur dengan penentuan sampel secara Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, pendapatan dan uji beda. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan antara petani pola tanam monokultur dengan interkultur kelapa sawit di Desa Puudongi Kecamatan Polinggona Kabupaten Kolaka. Pendapatan petani dengan Monokultur memperoleh pendapatan sebesar Rp 512.081.187,00/Ha/Tahun dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp 25,604,059.36/Ha/Tahun. Adapun pendapatan total yang diperoleh petani Interkultur lebih rendah yaitu sebesar Rp 286.885.339,00/Ha/Tahun dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp 14.344.266.94/Ha/Tahun. Perbedaan pendapatan antara petani Monokultur dan petani Interkultur adalah sebesar Rp 11.259.792,41/Ha/Tahun. Hasil analisis uji beda t dengan menggunakan aplikasi SPSS menunjukkan bahwa nilai t hitung (3.747) lebih besar daripada nilai t tabel (2.101), artinya terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan antara petani monokultur dengan petani interkultur dengan taraf kepercayaan 95%.</p> Ahmad Jalalluddin Masitah Masitah Sugirah Rauf Hidayat ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 6 1 79 87 10.55678/jsa.v6i1.2649 Perbandingan Budaya Bertani Antara Komunitas Kajang Dalam Dan Komunitas Kajang Luar: Studi Kasus Petani Padi Sawah Di Desa Tanatoa https://jurnal.umsrappang.ac.id/jsa/article/view/2665 <p>Budaya bertani merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat yang dibentuk oleh sistem nilai, norma, dan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan budaya bertani padi sawah antara Komunitas Kajang Dalam dan Komunitas Kajang Luar di Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus komparatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya bertani Komunitas Kajang Dalam berlandaskan ajaran Pasang ri Kajang yang tercermin dalam sistem nilai kosmologis, norma adat yang mengikat, serta pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun, sehingga praktik bertani cenderung bersifat subsisten dan berorientasi pada kelestarian lingkungan. Sebaliknya, Komunitas Kajang Luar menunjukkan pergeseran budaya bertani yang lebih berorientasi pada efisiensi dan peningkatan produksi, dengan norma adat yang lebih fleksibel serta sistem pengetahuan yang dipengaruhi oleh teknologi pertanian modern. Secara konseptual, perbedaan orientasi budaya bertani dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan terhadap hukum adat dalam merespons proses modernisasi.</p> Syahruni Syahruni Hasrina Utami ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 6 1 88 99 10.55678/jsa.v6i1.2665 Pemetaan Peran Dan Fungsi Kelompok Tani Massinring Pulu Di Desa Timusu, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng https://jurnal.umsrappang.ac.id/jsa/article/view/2697 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kelompok tani merupakan lembaga strategis dalam pembangunan pertanian perdesaan yang berfungsi sebagai kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan fungsi Kelompok Tani Massinring Pulu di Desa Timusu, Kabupaten Soppeng, dalam usahatani padi. Menggunakan metode survei kuantitatif deskriptif terhadap 84 responden, data dianalisis dengan skala Likert berdasarkan tiga indikator utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi wahana kerja sama memiliki peran paling dominan dengan nilai 86,3% (sangat berpengaruh), diikuti fungsi kelas belajar sebesar 76,1% (berpengaruh), dan unit produksi sebesar 74,66% (berpengaruh). Temuan ini menunjukkan bahwa kelompok tani lebih kuat pada aspek kerja sama sosial dibandingkan aspek produksi yang masih memerlukan penguatan, terutama dalam pemantauan hasil panen dan penyediaan alat pertanian modern. Secara keseluruhan, Kelompok Tani Massinring Pulu telah menjalankan fungsinya dengan baik dalam mendukung aktivitas pertanian anggotanya, meskipun optimalisasi manajemen produksi tetap diperlukan untuk meningkatkan efisiensi di masa depan.</span></span></span></span></span></span></p> Mirnani Mirnani Jumiati Jumiati Shahrul Aditya ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 6 1 100 110 10.55678/jsa.v6i1.2697 Pemetaan Komoditas Perkebunan Unggulan Di Wilayah Bagian Timur Provinsi Jawa Timur Dengan LQ–DLQ https://jurnal.umsrappang.ac.id/jsa/article/view/2704 <p>Daerah yang berada di bagian timur Provinsi Jawa Timur mempunyai potensi di sub sektor perkebunan. Pengembangan sub sektor perkebunan perlu diprioritaskan pada komoditas unggulan dan prospektif. Penelitian ini bertujuan memetakan komoditas unggulan dan prospektif di setiap daerah di bagian timur Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah location quotient (LQ) dan dynamic location quotient (DLQ). Data yang digunakan diperoleh dari BPS Provinsi Jawa Timur dan BPS daerah. Hasil yang diperoleh menunjukkan tanaman kopi dan tebu adalah tanaman unggulan dan prospektif. Kedua komoditas tersebut menjadi komoditas unggulan karena kontribusinya terhadap sub sektor perkebunan sangat tinggi dan menjadi prospektif karena laju pertumbuhannya di daerah melebihi laju pertumbuhan komoditas dan sub sektor di tingkat provinsi. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan kajian ilmiah terkait prioritas pembangunan sub sektor perkebunan. Sebagai implikasinya pemangku kebijakan perlu memberikan perhatian lebih untuk komoditas kopi dan tebu karena terbukti sebagai komoditas unggulan dan prospektif. Penelitian selanjutnya perlu dilakukan analisis hubungan antara komoditas unggulan dan prospektif terhadap kesejahteraan petani perkebunan rakyat.</p> Rif'an Hariri Azhar Irvana Gangsar ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 6 1 111 125 10.55678/jsa.v6i1.2704 Pengaruh Karakteristik Pelaku Usaha terhadap Adopsi Digitalisasi UMKM di Kabupaten Kubu Raya https://jurnal.umsrappang.ac.id/jsa/article/view/2730 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik pelaku usaha terhadap tingkat penerapan digitalisasi UMKM di Kabupaten Kubu Raya. Variabel yang diteliti meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman usaha, dan pengalaman menggunakan digitalisasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 190 pelaku UMKM. Data dianalisis menggunakan regresi logistik ordinal untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap tingkat penerapan digitalisasi yang dikategorikan menjadi jarang aktif, cukup aktif, dan aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan digitalisasi UMKM masih didominasi kategori jarang aktif sebesar 64%, yang mengindikasikan rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan usaha. Model regresi yang digunakan terbukti layak dan memiliki daya jelaskan yang sangat kuat. Secara simultan, variabel karakteristik pelaku usaha berpengaruh signifikan terhadap tingkat penerapan digitalisasi. Secara parsial, variabel umur, pendidikan, dan pengalaman menggunakan digitalisasi berpengaruh signifikan dan positif, sedangkan jenis kelamin dan pengalaman usaha tidak berpengaruh signifikan. Nilai odds ratio menunjukkan bahwa pendidikan dan pengalaman digitalisasi merupakan faktor dominan dalam meningkatkan peluang penerapan digitalisasi UMKM. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya peningkatan literasi digital, pendidikan, serta pengalaman penggunaan teknologi dalam mendorong transformasi digital UMKM.</p> Dewi Kurniati Nia Permatasari Singgih Tiwut Atmojo ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 6 1 126 137 10.55678/jsa.v6i1.2730 Manajemen Produksi Berbasis POAC Melon Hidroponik (Studi Unit Pertanian Puspa Agraria Kabupaten Malang) https://jurnal.umsrappang.ac.id/jsa/article/view/2733 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen produksi yang dilaksanakan oleh Unit Pertanian Puspa Agraria dalam budidaya melon hidroponik. Unit Pertanian Puspa Agraria merupakan greenhouse melon hidroponik yang dikelola oleh BumDes Puspa Nagari dan berlokasi di Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang dengan luas lahan sekitar 800 m². Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2026. Responden penelitian ini ada 4 yaitu direktur BumDes, pengurus teknis, dan tenaga kerja. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen produksi melon hidroponik pada Unit Pertanian Puspa Agraria meliputi lima tahapan, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian namun, terdapat manajemen yang belum terlaksana dengan baik dan perlu dilakukannya evaluasi dan serta perbaikan terutama pada manajemen perencanaan yang menjadi dasar kegiatan. Kontribusi praktis dari penelitian ini, yaitu menjadi dasar bagi pelaku usaha yang ingin memproduksi melon hidroponik serupa dengan mengadopsi teknologi inovasi berupa penanaman hidroponik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penambahan wawasan dan evaluasi tenaga kerja serta melakukan pengolahan pada melon yang tidak dapat dijual secara mentah.</p> Yunita Rochyana Teguh Soedarto Dita Atasa ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 6 1 138 149 10.55678/jsa.v6i1.2733 Analisis Risiko dan Resiliensi Usaha Budidaya Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Sistem Tradisional Berbasis Indeks di Kecamatan Parigi Selatan https://jurnal.umsrappang.ac.id/jsa/article/view/2762 <p>Budidaya udang vannamei sistem tradisional memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi masyarakat pesisir, namun dihadapkan pada berbagai risiko usaha yang dapat mengancam keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko dan resiliensi usaha budidaya udang vannamei sistem tradisional berbasis pendekatan indeks di Kecamatan Parigi Selatan. Penelitian menggunakan metode survei terhadap 33 pembudidaya dengan pengumpulan data melalui kuesioner terstruktur menggunakan skala Likert. Analisis risiko dilakukan menggunakan matriks probability impact, sedangkan variabilitas risiko diukur menggunakan coefficient of variation (CV). Tingkat resiliensi usaha dianalisis menggunakan Livelihood Vulnerability Index (LVI) dan dipetakan menggunakan Multidimensional Scaling (MDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko utama berada pada aspek produksi dan lingkungan, dengan nilai risiko tertinggi pada penyakit udang sebesar 18,45 dan kualitas air sebesar 16,34. Nilai coefficient of variation sebesar 0,153 menunjukkan bahwa usaha relatif stabil namun tetap menghadapi ketidakpastian. Nilai LVI sebesar 0,50 mengindikasikan bahwa tingkat resiliensi berada pada kategori sedang, dengan kelemahan utama pada dimensi teknis 0,61. Hasil MDS menunjukkan bahwa posisi usaha berada pada kategori moderat menuju rentan, yang menegaskan bahwa faktor teknis menjadi pembatas utama dalam peningkatan resiliensi usaha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usaha budidaya masih memiliki kemampuan bertahan, namun kapasitas adaptasi terhadap risiko masih terbatas, sehingga diperlukan penguatan aspek teknis dan kelembagaan untuk meningkatkan keberlanjutan usaha.</p> Emma Sosiawati Fachri Kurnia Bhakti Rasul Rasul ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 6 1 150 162 10.55678/jsa.v6i1.2762 Pengaruh Faktor Pribadi dan Faktor Psikologis terhadap Keputusan Pembelian Minuman Matcha pada Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran https://jurnal.umsrappang.ac.id/jsa/article/view/2910 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor pribadi dan faktor psikologis terhadap keputusan pembelian minuman matcha di kafe atau kedai kopi di Jatinangor oleh mahasiswa Fakultas Pertanian. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian perilaku konsumen dengan mengkaji faktor internal konsumen pada konteks minuman matcha, yang masih relatif terbatas dibandingkan penelitian terdahulu yang lebih banyak berfokus pada produk kopi atau minuman secara umum.&nbsp; Faktor pribadi mencakup karakteristik individu, seperti gaya hidup, konsep diri, dan kondisi ekonomi, sedangkan faktor psikologis berkaitan dengan motivasi, persepsi, pembelajaran, serta sikap konsumen terhadap suatu produk. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 95 responden. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode <em>Partial Least Squares Structural Equation Modeling</em> (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pribadi (β = 0,258; p = 0,001) dan faktor psikologis (β = 0,492; p &lt; 0,001) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian minuman matcha. Temuan ini mengindikasikan bahwa motivasi, persepsi, pengalaman konsumsi, dan sikap terhadap produk menjadi pertimbangan utama mahasiswa dalam membeli minuman matcha. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi pelaku usaha untuk merancang strategi pemasaran yang berfokus pada pembentukan persepsi positif, peningkatan pengalaman konsumsi, serta penguatan citra produk guna meningkatkan keputusan pembelian konsumen.</p> Rizqia Nadira Ronaldo Anne Charina ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 6 1 163 168 10.55678/jsa.v6i1.2910 Socio-Technological Transitions in Agriculture: A Bibliometric and Systematic Analysis of Global Trends and Future Directions https://jurnal.umsrappang.ac.id/jsa/article/view/2937 <p>The agricultural sector is undergoing rapid transformation driven by digital innovation, climate change, sustainability challenges, and increasing food security demands. Understanding how technological innovation interacts with social and institutional change has become essential for supporting sustainable agricultural development. This study aims to examine the evolution of socio-technical transition research in agriculture through an integrated bibliometric analysis and systematic literature review approach. Data were collected from the Scopus database, resulting in a final dataset of 777 publications published between 2020 and 2024. Bibliometric analysis was conducted using VOSviewer to identify publication trends, collaboration networks, conceptual structures, and intellectual foundations of the field. The results indicate a substantial increase in scientific publications, rising from 53 documents in 2020 to 157 documents in 2024, reflecting growing global interest in agricultural transformation. China and the United States emerged as the leading contributors to scientific production, while increasing participation from developing countries highlights the global relevance of socio-technical transitions. Keyword co-occurrence analysis revealed dominant themes related to digital agriculture, technology adoption, sustainability, climate adaptation, social inclusion, and agricultural innovation systems. Co-citation analysis demonstrated strong intellectual connections among digital farming, sustainability transition, and innovation studies. The findings highlight a shift from technology-centered perspectives toward more integrated approaches emphasizing governance, institutional support, and equitable access to innovation. This study provides a comprehensive knowledge map and identifies future research directions for promoting inclusive and sustainable agricultural transitions.</p> Hariyanti Hamid Suparman Abdullah Rahmat Muhammad Herman Dema ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 6 1 169 182 10.55678/jsa.v6i1.2937