LEVEL PEMBERIAN AIR REBUSAN KULIT JENGKOL (Archidendron pauciflorum) TERHADAP UMUR BERTELUR PERTAMA BURUNG PUYUH(Coturnix-coturnix japonica)

  • rahmat kurniawan Universitas Musi Rawas
  • Syintia Dwi Agustina Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Musi Rawas
  • Sadjadi Sadjadi Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Musi Rawas
Keywords: level, air rebusan kulit jengkol, puyuh petelur, umur bertelur pertama.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan kulit jengkol (Archidendron pauciflorum) terhadap umur pertama bertelur burung puyuh (Coturnix-coturnix japonica). Penelitian ini dilakukan di Desa Jamburejo, RT. 03 RW. 02 Kecamatan Sumber Harta Kabupaten Musi Rawas Sumatra Selatan. Adapun ketinggian tempat berkisar 49 mdpl. Dilaksanakan selama 3 bulan terhitung mulai bulan September sampai dengan bulan November 2024. Medote penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial dengan 6 perlakuan 4 ulangan sehingga diperoleh 24 unit perlakuan dengan menggunakan 96 ekor puyuh percobaan. Perlakuan terdiri dari P0 (air minum tanpa rebusan kulit jengkol), P1 (0,25ml rebusan kulit jengkol dalam 50ml air minum), P2 (0,375ml rebusan kulit jengkol dalam 50ml air minum), P3 (0,5ml rebusan kulit jengkol dalam 50ml air minum), P4 (0,625ml rebusan kulit jengkol dalam 50ml air minum), P5 (0,75ml rebusan kulit jengkol dalam 50ml air minum). Hasil penelitian pemberian air rebusan kulit jengkol dalam air minum berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap umur pertama bertelur dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot potong, bobot karkas, persentase karkas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan terbaik air rebusan kulit jengkol dalam air minum yaitu perlakuan P1 (0,25ml rebusan kulit jengkol/50ml air minum) dengan perolehan bobot potong (136,75 gram), bobot karkas (78,5 gram), persentase karkas (57,53%), dan P1dengan umur pertama bertelur (45 hari). 

 

References

Abdullah, F. A. (2018). Pengaruh Pemberian Probiotik “Rabal” melalui Air Minum terhadap Penampilan Produksi Puyuh Petelur (Coturnix coturnix japonica). Fakultas Peternakan. Universitas Brawijaya. Malang., 11(1), 1–89. http://link.springer.com/10.1007/978-3-319-59379-1
Adnani. (2021). Kandungan Gizi Telur Puyuh dan Manfaatnya Bagi Tubuh. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 21(1), 1-8.
Agustina, S. D, Sadjadi., & Novita, R. (2022). pengaruh penambahan air rebusan kulit jengkol(archidendron pauciflorum) kedalam air minum terhadap performa karkas broiler. Wahana Peternakan, 6(3), 191–196
Andari, R., Setiawan, A., & Widiastuti, R. (2018). Pengaruh Pemberian Herbal terhadap Performa Produksi Telur dan Kesehatan Burung Puyuh. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 18(2), 123-132.
Hidayah, N., R. Lubis, K.G. Wiryawan, S. Suharti. 2018. Phenotypic identification, nutrients content, bioactive compounds of two jengkol (Archidendron jiringa) varieties from Bengkulu, Indonesia and their potentials as ruminant feed. Biodiversitas. 20 (6):1671-1680.
Jabes & Untu (2019), ekstrak kulit jengkol menghambat pertumbuhan bakteri jahat. Jambura Journal of Animal Science,
Jayanegara, A., (2017). Pengaruh Saponin pada Ransum terhadap Performa Unggas. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 29(2), 1-8
Lee et al., (2005). Saponin penyusun utama metabolit sekunder pada buah jengkol. Students E-Journal,
Listyowati, E., dan K. Roospitasari. 2005. Puyuh : Tata Laksana Budi Daya Secara Komersial. Penebar Swadaya, Jakarta.
Nahashon, S. N., N. Adefope, A .Amenyenu and D. Wright.2005. Effects of dietary metabolizable energy and crude protein concentration on growth performance and carcass characteriscs of French guiner broiler. Poult. Sci.84: 337-344
Sani, Y. (2013). Aktivitas Antibakteri Saponin dari Tanaman Obat. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 10(2), 1-8.
Saragi, H. P. (2011). Aktivitas Anti-Bakteri Ekstrak Kulit Buah Jengkol (Pithecellobium jiringa) Terhadap Beberapa Jenis Bakteri. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 8(2), 1-6.
Simbolon, M. S. et al. (2017) ‘Pengaruh Kulit Buah Jengkol (Phitecellobium lobatum (Jack) Prain) terhadap Tingkat Konsumsi Makan Tikus Sawah (Rattus argentiventer (Rob & Kloss) Di Laboratorium’, Jurnal Agroekoteknologi FP USU, 5(2), pp. 444-453.
Singh P., Kumar. V. P., Sultan. Z., Singh. R., dan Hussain. A. D. 2023. Klasifikasi, manfaat, dan aplikasi berbagai faktor anti-nutrisi yang terdapat pada tanaman pangan. Jurnal penelitian pertanian dan pangan, Vol 14, 2023.
Subekti, A., & Hastuti, S. (2013). Budidaya Puyuh. Penebar Swadaya, Jakarta.
Subekti, K. H, Abbas dan K. A. Zura. 2012. Kualitas karkas ( berat karkas, persentase karkas dan lemak abdominal) ayam broiler yang diberi kombinasi CPO (Crude Palin Oil) dan vitamin C (Ascort Acid) dalam ransum sebagai anti stress. Jurnal Peternakan Indonedia,14 (3): 447-453
Suryanah, H., Nur & Anggraeni.2016. Pengaruh Neraca kation anion ransum yang berbeda terhadap bobot karkas dan bobot ayam broiler. Jurnal Peternakan Nusantara, 2(!), 1-8.https;// doi.org/10.30997/jonu.v2i1.298.
Sutanto, A.,et al. (2020) Pengaruh Saponin Kulit Jengkol Terhadap Salmonella Dan E. Coli Pada Unggas, Jurnal Veteriner, 21(2),145-152.
Published
2026-02-25
How to Cite
kurniawan, rahmat, Dwi Agustina, S., & Sadjadi, S. (2026). LEVEL PEMBERIAN AIR REBUSAN KULIT JENGKOL (Archidendron pauciflorum) TERHADAP UMUR BERTELUR PERTAMA BURUNG PUYUH(Coturnix-coturnix japonica). Jurnal Sains Dan Teknologi Industri Peternakan, 6(1), 45-51. https://doi.org/10.55678/jstip.v6i1.1931
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.