OPTIMALISASI TEKNOLOGI PASCAPANEN DAN MANAJEMEN RANTAI PASOK UNTUK PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN PETANI DESA PONCOWATI
Abstract
Pasca panen merupakan kegiatan yang menentukan mutu dan jumlah produksi. Kesalahan dalam penanganan pascapanen dapat menimbulkan kerugian. Bulog menetapkan persyaratan mutu misalnya untuk jagung pipilan kering yakni kadar air 14%, kadar kotoran 3%, kadar butir rusak 5% kadar butir warna lain 10%, kadar butir pecah 0% dan bebas hama dan bau apek.
Cara pemanenan masih banyak menggunakan cara konvensional misalnya untuk pascapanen jagung dimulai dengan mengupas kulit jagung, mengambil tongkol jagung dan dimasukan dalam karung untuk dibawa pulang. Saat panen tongkol jagung umumnya dicampur antara jagung yang baik dan yang rusak. Tongkol jagung yang dibawa pulang dilakukan pengeringan dengan sinar matahari yang umumnya dijemur dihalaman rumah yang telah disemen dan lama pengeringan beberapa hari bergantung cuaca. Cara ini mampu menurunkan kadar air tongkol jagung hingga 26,2 % sementara standar kadar air jagung 18% sampai dengan 20%.
Tahapan selanjutnya tongkol jagung akan dilakukan pemipilan karena kadar air sebelumnya diatas standar maka banyak butir jagung yang pecah saat pemipilan. Pengeringan jagung hasil pemipilan dijemur dengan menggunakan sinar matahari selama beberapa hari dihalaman rumah. Kegiatan penjemuran ini dapat menurunkan kadar air hingga 16%. Namun demikian kadar air jagung pipilan ini masih diatas standar yaitu 12% - 14%.
Petani pada umumnya menggunakan karung bekas yang tidak sesuai standar misalnya karung bekas pupuk dan tempat penyimpanan yang tidak terjaga sanitasinya sehingga dapat terjadi kontaminasi dan perubahan suhu lingkungan yang tidak stabil saat penyimpanan membuat hasil panen tidak dapat tahan lama.
References
Intyas CA, Putritamara JA, Haryati N. Dinamika Agrobisnis Era VUCA: Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity. Universitas Brawijaya Press; 2022.
Yulianti Y, Apriyanto M, Azhar A, Fikri KMSNS. Implementasi Program Aksi Ketahanan Pangan Di Kabupaten Indragiri Hilir. Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir. 2023;9(1):16–24.
Quaye W, Asafu-Adjaye NY. Gendered analysis of ICT-enabled agricultural extension and advisory Services: the case of Agro-Tech Smart Ex Model-Annex 2. 2018;
Agrawal P, Narain R. Digital supply chain management: An Overview. In: IOP conference series: materials science and engineering. IOP Publishing; 2018. p. 012074.
Dinnullah RNI, Dany’el Irawan N, Nurdin S, Susilo DA. Peningkatan Produktivitas Petani Kopi Melalui Sekolah Lapang Kopi dan Workshop Packing Process Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia). 2022;3(1):38–46.
Manikas I, Malindretos G, Moschuris S. A community-based Agro-Food Hub model for sustainable farming. Sustainability. 2019;11(4):1017.
Herdini FL, Masduki M. Pengembangan penanganan pascapanen melalui kelembagaan pertanian sebagai upaya pembangunan pertanian dan pedesaan. Buletin Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. 2021;1(1):32–7.
Yanto H, Kiswanto K, Baroroh N, Hajawiyah A, Rahim NM. The Roles of Entrepreneurial Skills, Financial Literacy, and Digital Literacy in Maintaining MSMEs During the COVID-19 Pandemic. Asian Economic and Financial Review. 2022;12(7):504
Issa A, Khadem A, Alzubi A, Berberoğlu A. The Path From Green Innovation to Supply Chain Resilience: Do Structural and Dynamic Supply Chain Complexity Matter? Sustainability. 2024;16(9):3762.
Ibrahim MB, Sari FP, Kharisma LPI, Kertati I, Artawan P, Sudipa IGI, et al. Metode Penelitian Berbagai Bidang Keilmuan (Panduan & Referensi). PT. Sonpedia Publishing Indonesia; 2023.
Mudjiyanto B. Tipe penelitian eksploratif komunikasi. Jurnal studi komunikasi dan media. 2018;22(1):65–74.
Juwono PT, Subagiyo A. Sumber Daya Air dan Pengembangan Wilayah: Infrastruktur Keairan Mendukung Pengembangan Wisata, Energi, dan Ketahanan Pangan. Universitas rawijaya Press; 2018.
Chopra, S., & Meindl, P. (2019). Supply Chain Management: Strategy, Planning, and Operation. Pearson.
Kementerian Pertanian RI. (2021). Pedoman Penanganan Pascapanen Komoditas Pertanian.
Hidayat, M., et al. (2022). “Analisis Rantai Pasok Komoditas Hortikultura di Indonesia.” Jurnal Agribisnis Indonesia.
FAO (2020). Post-harvest Losses and Supply Chain Efficiency in Developing Countries.




