Pemanfaatan Bokashi Dari Limbah Ternak Kerbau Sebagai Sumber Pupuk Organik Untuk Meningkatkan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus)

  • Melky Pabutungan
  • Elisabet Kombasaratu
  • Yusuf L. Limbongan
  • Sepsriyanti Kannapadang
  • Driyunita Driyunita
  • Ernita A. Galla
Keywords: Bokashi, Limbah Ternak Kerbau, Mentimun, Pupuk organik, Pertumbuhan tanaman

Abstract

Penelitian dengan judul Pemanfaatan bokashi dari limbah ternak kerbau sebagai sumber pupuk organik untuk menigkatakan produkasi tanaman Mentiumun(Cucumis sativus)di lakasanakan di Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokashi yang berasal dari limbah ternak kerbau terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus), serta menganalisis kelayakan usaha tani dari penggunaannya. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sa’dan, Toraja Utara pada februari-juni 2025 dengan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor Ilmia taraf yaitu; P0 (kontrol),P1 (300g/polybag), P2 (400g/polybalybag) P3 (500g/polybag) dan P4 (600g/polybag), masing-masing di ulang tiga  kali. Parameter yang diamati pada tanaman Mentimun  dengan Komoditi. Mentimun ini dikenal dengan warna buah hijau gelap, ukuran sekitar 24 x 6 cm, dan dapat dipanen pada umur sekitar 34 hari setelah tanam (hst ditanam di dataran rendah hingga menengah. meliputi tinggi tanaman, panjang batang utama, jumlah daun, diameter batang, jumlah bunga, jumlah buah, berat buah, serta ukuran buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk bokashi limbah ternak kerbau berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Perlakuan P2(400/g polybag) memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman mentimun, jumlah per petak. Analisis usaha tani menunjukkan nilai R/C ratio sebesar 1,04, yang berarti usaha layak dijalankan karena setiap biaya Rp1,00 menghasilkan penerimaan Rp1,04. Nilai BEP produksi tercapai pada 1,139 kg dengan BEP harga jual sebesar 3.861,00/kg. Dengan demikian , Pepupuk bokashi dari limbah ternak kerbau berpotensi menjadi alternatif pupuk organik yang efektif meningkatkan hasil tanaman mentimun sekaligus mendukung praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan

References

Agazali, R., Fitriana, R., & Setyawati, R. (2015). Uji efektivitas ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun tanjung (Mimusops elengi) terhadap mortalitas ulat grayak (Spodoptera litura F.). Jurnal Agrotek Tropika, 4(1), 33–39.
Aisa, M. P. (2023). Efektivitas insektisida nabati daun pepaya (Carica papaya L.) sebagai pengendalian hama ulat grayak (Spodoptera litura F.) pada tanaman tembakau [Skripsi]. Politeknik Negeri Jember.
Adiyoga, W., &, K. (2016) Teknologi Budidaya Tanaman Tomat . Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang.
Direktorat Perlindungan Tanaman Hortikultura. (2019). Pengendalian Hama Dan Penyakit Taman Sayuran. Kenentrian Pertanian Republik Indonesia.
Fachraniah, F., Hanum, L., & Rahayu, E. (2018). Efektivitas ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun tembelekan (Lantana camara) terhadap mortalitas ulat grayak (Spodoptera litura). Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi, 16(2), 45– 52.
Fitria, R. S., Idris, M., & Rahmadina. (2022). Pengaruh pestisida nabati kombinasi daun pepaya dan daun kemangi terhadap serangan ulat grayak (Spodoptera litura) pada pertumbuhan vegetatif tanaman kedelai hitam (Glycine soja L.). BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology), 5(2), 512–517.
Gomez, K.A., & Gomez, a. a. (1995). Statistical Procedures for Agricuktural Research (2nd ed.). John Wiley & Sons.
Handayani, D. (2017). Uji aktivitas ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap mortalitas ulat grayak (Spodoptera litura) pada tanaman sawi. Jurnal Biosains, 3(2), 55–62.
Kardinan, A. (2011). Pertisida Nabati : Ramuan Dan Alikasi. Penebaran Swadayan.
Kementrian Pertanian Republik Indonesia. (2018). Pedoman Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Hortikultura. Direktorat Jenderal Hortikultura.
Lingga, P. (2012). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya.
Moeksan, T. K., Sulastrini, I., & Prabaningrum, L. (2014). Tomat: Teknik Produksi dan Pengendalian Hama Penyakit. Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang.
Nurdin, S., & Suryadi, A (2015). Efektivitas ekstrak daun pepaya ( Carica papaya L.) terhadap mortalitas ulat grayak ( Spodoptera litura ). Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 15(2), 120-127.
Pracaya. ( 2007 ). Hama dan Penyakit Tanaman Penebar Swadaya.
Purwanto, Y. & Sumaryo, S. (2007). Teknologi Produksi Tomat. Balitsa, Lembang.
Rukmana, R. (1994). Tomat: Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Yogyakarta: Kanisius
Saputri, A., Damayanti, F., & Yulistiana, Y. (2023). Potensi ekstrak daun pepaya sebagai biopestisida hama ulat grayak pada tanaman kangkung darat. EduBiologia: Biological Science and Education Journal, 3(1), 25–32
Serdani, M., Palennari, M., & Basir, A. (2022). Efektivitas insektisida nabati daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun tembakau (Nicotiana tabacum L.) terhadap hama ulat grayak (Spodoptera litura) pada tanaman tomat. AGRORADIX: Jurnal Ilmu Pertanian, 6(1), 25–32. https://doi.org/10.33506/ar.v6i1.1522
Sastrosiswojo, S., & Soetiarso, T. A. ( 2009 ). Pengendalian Hama Terpadu pada Tanaman Sayuran. Kanisius.
Soetiarso, T.A., & Kurniawan, R. (2010). Siklus hidup dan serangan ulat grayak (Spodoptera Lituta ) pada tanaman hortikultura. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 16(1), 33-40.
Subhan, R., & Wijayanti, L. ( 2013 ). Ptensi insektisida nabati dari ekstrak daun pepaya terhadap pengendalian hama. Agrovigor: Jurnal Agroteknologi, 6(2),45-52.
Sudarmo, S (2016). Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Gadjah Mada Universiti Press.
Wahyuni, R., & Yuliani, L. (2019). Uji ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun lamtoro (Leucaena leucocephala) terhadap mortalitas ulat grayak (Spodoptera litura). LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi, 8(3), 234–240.
Published
2026-03-25
Section
Articles