https://jurnal.umsrappang.ac.id/plantklopedia/issue/feed PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian 2026-09-30T06:44:26+00:00 Rifni Nikmat Syarifuddin j.planklopedia@gmail.com Open Journal Systems <div style="background-color: #98dc85; padding: 30px 20px; border-radius: 20px; text-align: justify; box-shadow: 0 4px 15px rgba(0,0,0,0.15); border: 2px solid #76b852; transition: all 0.3s ease-in-out;"> <p><strong>Jurnal PLANTKLOPEDIA (Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian) </strong>merupakan jurnal online sistem (OJS) yang diterbitkan oleh Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Jurnal ini menyajikan artikel/karya ilmiah berupa hasil penelitian, analisis kebijakan, review/ tinjauan literatur dan gagasan penting dalam ilmu pertanian meliputi bidang Agronomi, Agribisnis, Budidaya Tanaman, Ilmu Tanah, Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman, Teknologi Benih, Bioteknologi, Pemuliaan Tanaman, serta Tanaman Pangan dan Hortikultura. Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali setahun yaitu pada bulan Maret dan September.</p> </div> https://jurnal.umsrappang.ac.id/plantklopedia/article/view/2843 EFEKTIVITAS PEMBERIAN NUTRISI AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN KALE (Brassica oleracea L.) MENGGUNAKAN TEKNOLOGI HIDROPONIK VERTIKULTUR 2026-09-25T14:36:17+00:00 Rahmawasiah Rahmawasiah rahmawasiah12@gmail.com Rahman Hairuddin rahmanhairuddin@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan tanaman kale (<em>Brassica oleracea</em> L.) menggunakan sistem hidroponik vertikultur. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2025 di Rumah Hidroponik Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan empat perlakuan dan empat ulangan, yaitu P0 (tanpa nutrisi), P1 (AB Mix 500 ppm), P2 (AB Mix 1000 ppm), dan P3 (AB Mix 1500 ppm). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, dan berat tanaman. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian nutrisi AB Mix berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan tanaman kale. Perlakuan terbaik pada tinggi tanaman dan jumlah daun diperoleh pada P2 (1000 ppm) dengan rata-rata tinggi tanaman 17,41 cm dan jumlah daun 15,00 helai. Sementara itu, perlakuan terbaik pada lebar daun dan berat tanaman diperoleh pada P1 (500 ppm) dengan rata-rata lebar daun 13,98 cm dan berat tanaman 213,63 gram. Perlakuan tanpa nutrisi (P0) menghasilkan pertumbuhan terendah pada semua parameter pengamatan. Secara umum, konsentrasi nutrisi AB Mix 500–1000 ppm memberikan pertumbuhan kale yang lebih optimal dibandingkan konsentrasi 1500 ppm pada sistem hidroponik vertikultur.</p> 2026-09-25T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.umsrappang.ac.id/plantklopedia/article/view/2667 EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN HORTIKULTURA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KECAMATAN BAROKO 2026-09-25T14:36:17+00:00 Nurhapisah Nurhapisah PertanianumPalopo@gmail.com <p>Evaluasi kesesuaian lahan merupakan Langkah penting dalam perencanaan penggunaan lahan untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Kecamatan enrekang memiliki potensi pengembangan tanaman hortikultura, namun perbedaan karateristik biofisik lahan dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuain lahan untuk tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, kubis dan bawang merah di Kecamatan Baroko. Penentuan unil lahan dilakukan lelalui tumpeng susun peta penggunaan lahan, jenis tanah dan kemiringan lereng kemudian dilakukan survei lapangan serta analisis sifat fisik dan kimia tanag. Analisis data menggunakan metode <em>Matching</em> (mencocokkan) anatara karateristik lahan dan persyaratan tumbuh tanaman. Hasil menunjukkan unit lahan pertama seluruh komoditas termasuk dalam kelas tidak sesuai (N) dengan faktor pembatas utama bahaya erosi. Pada unit lahan kedua dan ketiga kesesuaian lahan berada pada kelas sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas ketersediaan air, retensi hara dan bahaya erosi. Upaya perbaikan yang dapat dilakukan meliputi penyediaan irigasi, penambahan bahan organik atau pengapuran serta penerapan konservasi tanah dan air. Penerapan pengelolaan lahan yang tepat berpotensi meningkatkan kesesuaian lahan sehingga mendukung pengembangan tanaman hortikultura secara berkelanjutan di Kecamatan Baroko.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-09-25T13:41:48+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.umsrappang.ac.id/plantklopedia/article/view/2690 P PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI DI DESA TADANG PALIE KECAMATAN SIBULUE KABUPATEN BONE 2026-09-25T14:36:17+00:00 ilham ilham ilham888bone@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan produktivitas padi di Desa Tadang Palie, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone. Penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai fasilitator, motivator, inovator, edukator, komunikator, dan dinamisator dalam membimbing petani untuk mengadopsi teknologi pertanian dan meningkatkan hasil produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan analisis deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 32 orang petani padi sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh secara umum berada dalam kategori “Tinggi”, terutama dalam aspek penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, dan pengendalian hama terpadu. Peran penyuluh sebagai motivator dan edukator dinilai sangat penting dalam memberikan dorongan serta pemahaman teknologi kepada petani. Kesimpulannya, penyuluh pertanian berkontribusi secara signifikan dalam peningkatan produktivitas padi, meskipun masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan jumlah penyuluh dan sarana penunjang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penguatan program penyuluhan pertanian di tingkat desa dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan daerah.</p> 2026-09-25T13:44:27+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.umsrappang.ac.id/plantklopedia/article/view/2902 KEANEKARAGAMAN HAMA DI PERSAWAHAN DESA MARGASANA KECAMATAN KRAMAT WATU KABUPATEN SERANG 2026-09-25T14:36:17+00:00 Aulia Nisa riski.andrian@uinbanten.ac.id <p><span class="s33"><span class="bumpedFont15">Rice field ecosystems serve as habitats for various insect species that act as pests and natural enemies. This study aimed to determine the diversity of pest insects in rice fields located in Margasana Village, Kramatwatu District, Serang Regency, Banten. Data were collected on April 23 and 25, 2026, through field observations using an insect net during the morning and afternoon. A total of 83 insect individuals were recorded, belonging to the orders Orthoptera, Hemiptera, Coleoptera, and Lepidoptera. The most dominant species were </span></span><span class="s34"><span class="bumpedFont15">Valanga nigricornis</span></span><span class="s33"><span class="bumpedFont15"> (15 individuals) and </span></span><span class="s34"><span class="bumpedFont15">Tagasta marginella</span></span><span class="s33"><span class="bumpedFont15"> (14 individuals). Ecological analysis showed a Shannon-Wiener diversity index (H’) of 2.283 (moderate category), a Simpson dominance index of 0.118 (low category), an evenness index of 0.919 (high category), and a Margalef richness index of 2.489 (moderate category). These results indicate that the rice field ecosystem in Margasana Village is relatively stable and capable of supporting a diverse pest insect community. Therefore, environmentally friendly pest management practices are needed to maintain ecosystem balance and sustain rice productivity.</span></span></p> 2026-09-25T13:48:08+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.umsrappang.ac.id/plantklopedia/article/view/2900 ANALYSIS OF COMPETITIVENESS AND SUSTAINABLE COCOA DEVELOPMENT STRATEGY IN NORTH LUWU REGENCY 2026-09-25T14:36:17+00:00 Saidah Saidah taruna.arzam@gmail.com <p><em>This research aims to analyze competitiveness and formulate a strategy for the sustainable development of cocoa farming in North Luwu Regency. The study uses a mixed methods approach with SWOT analysis to identify internal and external factors that affect the competitiveness of cocoa. Data was obtained from 50 cocoa farmer respondents through questionnaires and interviews. The results of the analysis showed that the strength factor obtained an average score of 34.25, weakness 29.25, odds 35.00, and threat 31.25. This condition puts cocoa farming businesses in a favorable position so that the Strength-Opportunity (S-O) strategy is a top priority. The main strengths come from farmers' experience, the use of superior seeds, and the availability of land resources, while the greatest opportunities come from the increasing demand for cocoa, support for government programs, and the potential for the development of processed products. However, cocoa farming businesses still face various obstacles, such as low implementation of post-harvest fermentation, limited technical knowledge of farmers, lack of counseling, high production input prices, as well as the threat of extreme weather and pest and disease attacks. The recommended development strategies include increasing the capacity of farmers through continuous counseling, institutional strengthening of farmer groups, developing post-harvest technology, diversifying processed cocoa products, and increasing market access and production facilities. The implementation of this strategy is expected to be able to increase the competitiveness, added value, and sustainability of cocoa farming businesses in North Luwu Regency.</em></p> 2026-09-25T13:49:44+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.umsrappang.ac.id/plantklopedia/article/view/2898 PENGARUH VARIASI MULSA ORGANIK TERHADAP KELEMBABAN TANAH DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) 2026-09-25T14:36:17+00:00 Sulistina Tina thynasulis221@gmail.com Eka Sudartik sudartikeka34@gmail.com Ahmad Zailan ahmadzailan01@gmail.com HJ Ernida Mahmud ernida785@gmail.com Andi Bonewati andibonewati724@gmail.com <p>Kelembaban tanah menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai rawit. Penggunaan mulsa organik dapat membantu mempertahankan kadar air tanah serta memperbaiki kondisi lingkungan tumbuh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai jenis mulsa organik terhadap kelembaban tanah dan produktivitas cabai rawit (<em>Capsicum frutescens L.</em>). Penelitian dilaksanakan pada Februari sampai Mei 2025 di Desa Ponre-Ponre, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas tanpa mulsa, mulsa serbuk gergaji, mulsa daun kelapa, mulsa alang-alang, dan mulsa daun pisang. Variabel yang diamati meliputi kelembaban tanah, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang, umur berbunga, dan bobot buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mulsa alang-alang (M3) memberikan hasil terbaik terhadap kelembaban tanah sebesar 68,25%, tinggi tanaman 94,33 cm, diameter batang 12,20 mm, jumlah cabang 36,25, umur berbunga 28,75 HST, dan bobot buah per tanaman 209,50 g. Penggunaan mulsa alang-alang efektif meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas cabai rawit serta direkomendasikan sebagai alternatif mulsa organik ramah lingkungan.</p> 2026-09-25T13:51:42+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.umsrappang.ac.id/plantklopedia/article/view/2624 OPTIMALISASI TEKNOLOGI PASCAPANEN DAN MANAJEMEN RANTAI PASOK UNTUK PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN PETANI DESA PONCOWATI 2026-09-25T14:36:18+00:00 Zaenal Arifin zaenal.arifin7802@gmail.com <p>Pasca panen merupakan kegiatan yang menentukan mutu dan jumlah produksi. Kesalahan dalam penanganan pascapanen dapat menimbulkan kerugian. Bulog menetapkan persyaratan mutu misalnya untuk jagung pipilan kering yakni kadar air 14%, kadar kotoran 3%, kadar butir rusak 5% kadar butir warna lain 10%, kadar butir pecah 0% dan bebas hama dan bau apek.</p> <p>Cara pemanenan masih banyak menggunakan cara konvensional misalnya untuk pascapanen jagung dimulai dengan mengupas kulit jagung, mengambil tongkol jagung dan dimasukan dalam karung untuk dibawa pulang. Saat panen tongkol jagung umumnya dicampur antara jagung yang baik dan yang rusak. Tongkol jagung yang dibawa pulang dilakukan pengeringan dengan sinar matahari yang umumnya dijemur dihalaman rumah yang telah disemen dan lama pengeringan beberapa hari bergantung cuaca. Cara ini mampu menurunkan kadar air tongkol jagung hingga 26,2 % sementara standar kadar air jagung 18% sampai dengan 20%.</p> <p>Tahapan selanjutnya tongkol jagung akan dilakukan pemipilan karena kadar air sebelumnya&nbsp; diatas standar maka banyak butir jagung yang pecah saat pemipilan. Pengeringan jagung hasil pemipilan dijemur dengan menggunakan sinar matahari selama beberapa hari dihalaman rumah. Kegiatan penjemuran ini dapat menurunkan kadar air hingga 16%. Namun demikian kadar air jagung pipilan ini masih diatas standar yaitu 12% - 14%.</p> <p>Petani pada umumnya menggunakan karung bekas yang tidak sesuai standar misalnya karung bekas pupuk dan tempat penyimpanan yang tidak terjaga sanitasinya sehingga dapat terjadi kontaminasi dan perubahan suhu lingkungan yang tidak stabil saat penyimpanan membuat hasil panen tidak dapat tahan lama.</p> 2026-09-25T13:53:52+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.umsrappang.ac.id/plantklopedia/article/view/2827 R Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Archis hypogaea L.) Terhadap Pemberian Limbah Padat Biogas 2026-09-25T14:36:18+00:00 Golindira Ira Randa golindira@ukitoraja.ac.id <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah biogas padat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah ( </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Arachis hypogaea</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> L.). Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Ba'tan, Kecamatan Kesu', Kabupaten Toraja Utara pada ketinggian 850 mdpl dari bulan Maret sampai Juli 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu dosis limbah biogas padat yang terdiri atas lima taraf perlakuan, yaitu tanpa limbah biogas padat (B0), 10 ton/ha (B1), 20 ton/ha (B2), 30 ton/ha (B3), dan 40 ton/ha (B4). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 15 petak percobaan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang primer, jumlah bintil akar, jumlah polong per tanaman, jumlah polong per petak, jumlah biji per tanaman, berat 100 biji, bobot biji per tanaman, dan bobot biji per petak. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah biogas padat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, jumlah polong per petak, jumlah biji per tanaman, berat 100 biji, bobot biji per tanaman, dan bobot biji per petak. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis 30 ton/ha (B3) yang memberikan hasil pertumbuhan dan produksi kacang tanah tertinggi.</span></span></p> <p>&nbsp;<strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kata kunci</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> : Hasil; kacang tanah; Limbah biogas padat; Pertumbuhan,</span></span></p> 2026-09-25T13:57:23+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.umsrappang.ac.id/plantklopedia/article/view/2929 Pengaruh Bahan Aktif Insektisida Terhadap Tingkat Mortalitas Dan Keberhasilan Metamorfosis Nilaparvata Lugens Asal Sawah Irigasi 2026-09-25T14:36:18+00:00 Amanda Windi Fadilah amandawindi20@gmail.com Elia Azizah elia.azizah@staff.unsika.ac.id Siti Latifatus Siriyah sitilatifatuss@staff.unsika.ac.id Budi Irfan budi.irfan@corteva.com <p style="font-weight: 400;">Wereng Coklat (<em>Nilaparvata lugens</em>) merupakan salah satu hama utama tanaman padi yang dapat mengurangi produktivitas dan menyebabkan gagal panen. Pengendalian intensif <em>N. lugens </em>menggunakan insektisida sintetis berpotensi menyebabkan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat mortalitas <em>N. lugens </em>terhadap insektisida yang mengandung bahan aktif triflumezopyrim, dinotefuran, dan azadirachtin. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 13 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga menghasilkan 39 unit percobaan. Setiap perlakuan diinfestasi dengan 10 <em>N. lugens </em>instar 2-3. Data dianalisis menggunakan analisis varians dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinotefuran dan triflumezopyrim memberikan tingkat mortalitas 100% dengan kategori sangat tinggi dan dapat menekan keberhasilan nimfa menjadi dewasa (0%). Sementara itu, azadirachtin memberikan tingkat kematian yang bervariasi (70%-100%) dengan kategori tinggi hingga sangat tinggi, dan memberikan tingkat keberhasilan nimfa menjadi dewasa yang juga bervariasi (0%-17,67%). Observasi lapangan menunjukkan bahwa petani di Kabupaten Pedes cukup intensif dalam menggunakan insektisida sintetis, terutama kelompok neonicotinoid, sehingga rotasi insektisida dan penerapan pengendalian hama terpadu diperlukan untuk memperlambat perkembangan resistensi N. lugens.</p> <p style="font-weight: 400;">&nbsp;</p> 2026-09-25T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.umsrappang.ac.id/plantklopedia/article/view/2967 Efektivitas Kombinasi Edible coating terhadap Penyakit Busuk Lunak dan Mutu Tomat Ceri 2026-09-25T14:36:18+00:00 Zaidan Ilmi Abidin zaidanvanilmi@gmail.com Satriyo Restu Adhi satriyo.restu@faperta.unsika.ac.id Fauzia Mustikasari fauzia.mustikasari@faperta.unsika.ac.id <p>Tomat ceri (<em>Solanum lycopersicum</em> var. <em>cerasiforme</em>) memiliki nilai ekonomis tinggi namun rentan mengalami kerusakan pascapanen akibat infeksi jamur <em>Rhizopus</em> sp. yang menyebabkan penyakit busuk lunak. Penggunaan fungisida sintetik secara berlebih menimbulkan risiko residu kimia berbahaya sehingga diperlukan alternatif pelapis alami ramah lingkungan seperti <em>edible coating</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan menentukan formulasi kombinasi <em>edible coating</em> berbasis kitosan, <em>Aloe vera</em>, pati singkong, dan <em>virgin coconut oil</em> (VCO) dalam menekan pertumbuhan <em>Rhizopus </em>sp. pada buah tomat ceri. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri atas 8 perlakuan (KO = tanpa perlakuan, KA = Kitosan 2% + <em>Aloe vera</em> 30%, KP = Kitosan 2% + Pati singkong 4%, KV = Kitosan 2% + VCO 2%, AP = <em>Aloe vera</em> 30% + Pati singkong 4%, AV = <em>Aloe vera</em> 30% + VCO 2%, PV = Pati singkong 4% + VCO 2%, dan FU = <em>Propineb</em> 2%) dan 4 ulangan. Hasil analisis ragam (uji F taraf 5%) menunjukkan bahwa aplikasi <em>edible coating</em> berpengaruh nyata dalam menghambat perkembangan patogen. Perlakuan <em>propineb</em> 2% (FU) mampu menghambat pertumbuhan <em>Rhizopus </em>sp., serta memberikan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan. Perlakuan kitosan 2% + <em>Aloe vera </em>30% serta kitosan 2% + VCO 2% menjadi perlakuan <em>edible coating </em>terbaik dan menjadikannya alternatif ramah lingkungan yang potensial untuk menjaga mutu dan memperpanjang umur simpan tomat ceri pascapanen.</p> 2026-09-25T14:03:21+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.umsrappang.ac.id/plantklopedia/article/view/2976 PHENOMENOLOGY OF THE TRANSFER COMMODITIES: UNCOVERING ECONOMIC PERFORMANCE OF COCOA AND OIL PALM FARMING 2026-09-25T14:36:18+00:00 Alman Alman alman.tamrin84@gmail.com <p>Alih komoditas dari kakao ke kelapa sawit merupakan fenomena yang semakin berkembang di Kabupaten Luwu Utara sebagai respons terhadap perubahan kondisi ekonomi, produktivitas, dan prospek pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kinerja ekonomi usahatani kakao dan kelapa sawit sebagai dasar memahami faktor yang mendorong petani melakukan alih komoditas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner terhadap 51 responden yang terdiri atas 25 petani kakao dan 26 petani kelapa sawit. Analisis dilakukan menggunakan indikator pendapatan, R/C Ratio, dan B/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua komoditas layak diusahakan karena memiliki nilai R/C Ratio dan B/C Ratio lebih besar dari satu. Namun, kelapa sawit memberikan kinerja ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan kakao. Rata-rata pendapatan usahatani kelapa sawit mencapai Rp.115.452.092 per tahun, sedangkan kakao sebesar Rp.61.066.474 per tahun. Selain itu, kelapa sawit memiliki produktivitas lebih tinggi, biaya produksi lebih rendah, serta tingkat efisiensi usaha yang lebih baik dibandingkan kakao. Temuan ini menunjukkan bahwa pertimbangan ekonomi menjadi faktor utama yang mendorong petani beralih dari kakao ke kelapa sawit. Meskipun demikian, peningkatan produktivitas kakao melalui rehabilitasi tanaman, penerapan teknologi budidaya, pengendalian hama dan penyakit, serta penguatan penyuluhan masih berpotensi meningkatkan daya saing kakao sehingga keberlanjutan komoditas unggulan daerah tetap dapat dipertahankan.</p> 2026-09-25T14:06:32+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.umsrappang.ac.id/plantklopedia/article/view/3040 SINERGI APLIKASI TRICHODERMA SP. DAN KALIUM NITRAT (KNO₃) DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI RAWIT 2026-09-25T14:36:18+00:00 Adya Novita Aprilyani adyaaprilyani@gmail.com <p><em>Chili pepper is an important horticultural crop with continuously increasing demand. However, low soil fertility and excessive use of chemical fertilizers remain major constraints to sustainable production. Potassium nitrate (KNO₃) supplies essential nitrogen and potassium, while Trichoderma sp. functions as a beneficial fungus that suppresses soil-borne pathogens and enhances plant growth through phytohormone production. This study evaluated the effects of Trichoderma sp. and KNO₃ on the growth and yield of chili pepper using a two-factor factorial experiment arranged in&nbsp; Randomized Block Design. The first factor consisted of three Trichoderma doses (0, 5, and 10 g plant⁻¹), while the second factor comprised three KNO₃ concentrations (0, 1, and 2%). The interaction between 5 g plant⁻¹ Trichoderma and 1% KNO₃ produced the highest fruit weight per plant (81.83 g) and productivity (3.27 t ha⁻¹). Individually, 5 g plant⁻¹ Trichoderma accelerated flowering, whereas 2% KNO₃ increased fruit number and improved overall yield performance.</em></p> 2026-09-25T14:10:03+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.umsrappang.ac.id/plantklopedia/article/view/3088 Efektivitas Formulasi Cair Daun Gamal yang Diperkaya NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kale Merah (Brassica oleracea var. pabularia) 2026-09-25T14:36:18+00:00 Sion Oktafianus sion@ukitoraja.ac.id <p>Kale merah (Brassica oleracea var. pabularia) merupakan sayuran fungsional yang kaya antioksidan, vitamin, dan mineral sehingga permintaannya terus meningkat. Peningkatan produktivitas tanaman ini memerlukan sistem pemupukan yang mampu menyediakan unsur hara secara efisien sekaligus mendukung budidaya berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas formulasi cair daun gamal (Gliricidia sepium) yang diperkaya pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kale merah serta menganalisis kandungan haranya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan empat taraf perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (10%), P2 (20%), dan P3 (30%), masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, bobot segar per tanaman, dan bobot segar per plot. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 28 dan 42 HST, jumlah daun pada 35 HST, panjang daun pada 35 dan 42 HST, serta bobot segar per tanaman dan per plot. Perlakuan P2 (20%) menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik, dengan bobot segar per plot berbeda nyata dibandingkan perlakuan lainnya. Analisis laboratorium menunjukkan kandungan kalium sebesar 9,47%, sedangkan nitrogen dan fosfor masih berada di bawah standar mutu pupuk organik cair. Dengan demikian, formulasi cair daun gamal yang diperkaya NPK berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk pelengkap, dengan konsentrasi 20% sebagai perlakuan paling efektif pada kondisi penelitian ini.</p> 2026-09-25T14:12:35+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.umsrappang.ac.id/plantklopedia/article/view/3051 Efektivitas Trichoderma sp. Dari Beberapa Media Organik terhadap Penyakit Busuk Pangkal Batang Kacang Hijau 2026-09-30T06:43:12+00:00 Dea Putri Ananda deap1567@gmail.com Satriyo Restu Adhi satriyo.restu@faperta.unsika.ac.id Fauzia Mustikasari satriyo.restu@faperta.unsika.ac.id <p>Busuk pangkal batang yang disebabkan oleh jamur S<em>clerotium rolfsii </em>merupakan penyakit utama pada tanaman kacang hijau yang dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 80%. Petani di lapangan masih sering mengendalikan penyakit tersebut menggunakan fungisida sintetik secara terus-menerus yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan <em>Trichoderma </em>sp. sebagai agens hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas <em>Trichoderma </em>sp. dalam menekan penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Telaga Desa, Kabupaten Karawang pada Januari hingga April 2026. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal terdiri dari 7 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali yaitu P0 = kontrol negatif, P1= fungisida Karbendazim, P2=media dedak, P3= media jerami, P4=media jagung menir, P5 = biji sorgum, P6 = <em>Trichoderma </em>sp. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi <em>Trichoderma </em>sp. perlakuan P4 dan P5 memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman. Perlakuan P3 (media jerami padi) memberikan respons pertumbuhan terbaik terhadap jumlah daun dan jumlah polong, sedangkan P0 dan P1 menghasilkan daya berkecambah tertinggi. Namun, seluruh perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap berat biji per tanaman.</p> 2026-09-25T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.umsrappang.ac.id/plantklopedia/article/view/2834 PENGARUH BANTUAN DAN PERILAKU TERHADAP KEMANDIRIAN PETANI DI KECAMATAN MUNGKAJANG 2026-09-30T06:44:26+00:00 Rismawanti Rismawanti rismawanti1979@gmail.com <p><em>This study aims to analyze the influence of the suitability of assistance and behavior on the independence of farmer groups in Mungkajang District, Palopo City. The study used a quantitative approach with a survey method on 84 rice field farmers who were members of farmer groups in four sub-districts, namely Mungkajang, Murante, Latuppa, and Kambo Villages. The data analysis technique uses Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (SEM-PLS) with the help of the SmartPLS 4 application. The research variables consisted of the suitability of assistance and behavior as exogenous variables and the independence of farmer groups as endogenous variables. The results of the study show that the suitability of assistance does not have a significant effect on the independence of farmer groups. This shows that assistance in the form of alsintan, seeds, fertilizers, and agricultural production facilities has not been able to directly increase the independence of farmer groups because there are still obstacles in the management of aid, maintenance of alsintan, and institutional capacity of farmer groups. On the other hand, farmer behavior had a positive and significant effect on the independence of the farmer group with a t-statistic value of 5.024 and a p-value of 0.000. Farmer behavior, which includes knowledge, skills, motivation, and attitude towards innovation, is the main factor in shaping farmers' ability to manage farming independently. The knowledge indicator has the highest loading factor value so that it becomes a dominant factor in shaping farmer behavior. The R-Square value of 0.726 shows that the variables of suitability of assistance and behavior are able to explain the independence of farmer groups by 72.6%. This study concludes that strengthening the capacity of human resources, farmer behavior, and farmer group institutions is more important than material assistance alone in creating farmer group independence. Therefore, sustainable agricultural development needs to be focused on improving the quality of human resources through counseling, training, and empowerment of farmer groups</em></p> 2026-09-25T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##