Making Kepok Banana Tapai as an Effort to Empower the Community's Economy in Sipodeceng Village, Baranti District, Sidrap Regency

Pembuatan Tapai Pisang Kepok Sebagai Salah Satu Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Di Desa Sipodeceng Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap

  • Rukmelia Rukmelia Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
  • Erwinsyah Erwinsyah
  • Fitra Basri
  • Yaqub Syasurya
Keywords: Sipodeceng, Tapai, Pisang Kepok, Inovasi

Abstract

 

Desa Sipodeceng memiliki tingkat pendapatan yang rata-rata masih rendah. Sekalipun memiliki lahan pertanian yang luas tetapi masyarakat masih menggarap lahannya secara sederhana. Disamping itu tingkat pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan hasil-hasil pertanian masih relatif rendah. Untuk itu sangat dibutuhkan sumber pengetahuan dan kemampuan dalam memanfaatkan hasil-hasil pertanian sehingga bisa meningkatkan keejahteraannya. Tapai pisang merupakan salah satu inovasi yang dapat dijadikan peluang usaha. Disamping itu tapai pisang merupakan makanan hasil fermentasi yang sangat populer di Indonesia. Kegiatan ini terbagi atas dua tahap yaitu penyuluhan pemanfaatan tanaman pisang kepok dan pelatihan pembuatan tapai pisang kepok. Dari kegiatan ini masyarakat desa Sipodeceng dapat memiliki keterampilan dalam mengolah buah pisang kepok menjadi produk yang lebih baik dan memiliki nilai jual yang tinggi. Diharapkan nantinya masyarakat desa Sipodeceng menjadi masyarakat yang berwawasan berkelanjutan untuk kemandirian.

 

 

References

Ahfas, H., Ridho, R., & Nuraini, L. (2019). Pengaruh jenis pisang (Musa paradisiaca) terhadap karakteristik tapai pisang di Banyuwangi. Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian, 1(3), 20–26.

Fauziah, N., Hidayati, R., & Isnaini, D. (2020). Pengaruh pemberian dosis ragi tape (kapang amilolitik) terhadap pembuatan tape pisang kepok. Jurnal Pangan dan Gizi, 10(1), 11–17. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JPDG/article/view/5687

Hasanah, H., Jannah, A., & Fasya, A. G. (2012). Pengaruh lama fermentasi terhadap kadar alkohol tape singkong (Manihot utilissima Pohl). Alchemy, 2(1), 68–79.

Retno, R. S., Utami, S., & Yuhanna, W. L. (2020). Pemanfaatan ampas kedelai menjadi kerupuk untuk meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Wakah Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi. Panrita Abdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat.

Rukmelia. (2023). “Ragam Pangan Hasil Fermentasi,”. Bandung : Media Sains Indonesia.

Shiga, T. M., Carpita, N. C., Lajolo, F. M., & Cordenunsi-Lysenko, B. R. (2017). Two banana cultivars differ in composition of potentially immunomodulatory mannan and arabinogalactan. Carbohydrate Polymers, 164, 31–41.

Susanto, B., Pradana, F. S. A., Fitriana, R., Wulandari, N., Dina, F. A., & Galih, S. S. (2021). Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal menjadi usaha kreatif di Desa Duren. Community Empowerment, 6(3). https://doi.org/10.31603/ce.4305

Umam, M. F. (2012). Kajian karakteristik minuman sinbiotik pisang kepok (Musa paradisiaca forma typical) dengan menggunakan starter Lactobacillus acidophilus IFO 13951 dan Bifidobacterium longum ATCC 15707. Jurnal Teknosains Pangan, 1(1), 2–11.

Wijaya. (2013). Manfaat Buah Asli Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.

Yuhanna, W. L., Nurhikmawati, A. R., Pujiati, P., & Dewi, N. K. (2021). Pemberdayaan masyarakat Desa Wakah melalui pemanfaatan limbah kulit singkong (Manihot esculenta). Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.

Published
2025-07-25
Section
Articles