KONSUMSI PROTEIN DAN SERAT KASAR PADA DOMBA YANG DIBERI SUPLEMENTASI TEPUNG BAWANG PUTIH DAN KUNYIT
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi tepung bawang putih (Allium sativum) dan tepung kunyit (Curcuma longa) terhadap konsumsi protein kasar (PK) dan serat kasar (SK) pada domba ekor tipis jantan. Sebanyak 18 ekor domba jantan berumur 7–8 bulan digunakan dalam penelitian ini dan dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan: P0 (pakan basal tanpa suplementasi), P1 (pakan basal + 2% tepung bawang putih), dan P2 (pakan basal + 2% tepung bawang putih + 3% tepung kunyit). Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa suplementasi pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi protein kasar dan serat kasar. Konsumsi protein kasar tertinggi terdapat pada kelompok P1 (117,2 ± 3,06 g/ekor/hari), disusul oleh P2 (116,0 ± 4,69 g/ekor/hari), dan terendah pada P0 (108,5 ± 5,01 g/ekor/hari). Konsumsi serat kasar juga menunjukkan pola serupa, dengan P2 (126,7 ± 4,54 g/ekor/hari) dan P1 (124,8 ± 4,16 g/ekor/hari) lebih tinggi dibandingkan P0 (114,8 ± 5,03 g/ekor/hari). Peningkatan konsumsi protein dan serat kasar pada perlakuan P1 dan P2 mengindikasikan bahwa penambahan tepung bawang putih dan kunyit dalam pakan dapat meningkatkan palatabilitas dan efisiensi konsumsi nutrien. Kedua aditif alami ini diperkirakan memberikan efek sinergis terhadap aktivitas mikroba rumen, tanpa menimbulkan gangguan negatif terhadap pencernaan. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi bawang putih dan kunyit berpotensi digunakan sebagai aditif pakan alami dalam sistem produksi domba.
References
Hewlings, S. J., and Kalman, D. S. (2017). Curcumin: A Review of Its’ Effects on Human Health. Foods, 6(10), 92. https://doi.org/10.3390/foods6100092
Kharismawan, E. N., Reza, F., Titin, W., Munasik dan Caribu H. P. (2020). Konsumsi dan Kecernaan Serat Kasar Serta Protein Kasar Pakan Kambing yang Disuplementasi Tepung Bawang Putih (Allium sativum) dan Mineral Chromium Organik. Prosiding Seminar Teknologi dan Agribisnis Peternakan VII–Webinar: Prospek Peternakan di Era Normal Baru Pasca Pandemi COVID-19. Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, 27 Juni 2020, ISBN: 978-602-52203-2-6.
Martin, R. S. H., & Chaudhry, A. S. (2024). The effects of garlic as a feed additive on ruminal fermentability and ruminant performance: A meta-analysis. Journal of Agriculture and Food Research, 18, 101531.
Nurdin, H., Agustinah, S., Pambudi, Y. (2024). Pengaruh Pemberian Antibiotik Pada Hay Indigofera Sp Terhadap Konsumsi Bahan Kering, Serat Kasar, dan Total Digestible Nutrient Padapakan Domba Priangan. Angon,, 6(1): 53-59.
Rabee, A. E., El Shereef, A. A., Nassar, M. S., El-Rayes, M. A. H., Mohammed, R. S., and Abo Bakr, S. (2025). Effect of garlic powder supplementation on rumen microbiota and histology, and blood metabolites in Barki lambs. Veterinary Research, 21(116).
Tian, G.; Zhang, X.; Hao, X.; Zhang, J. (2023). Effects of Curcumin on Growth Performance, Ruminal Fermentation, Rumen Microbial Protein Synthesis, and Serum Antioxidant Capacity in Housed Growing Lambs. Animals, 13. 1439.
Zhong, R., Xiang, H., Cheng, L., Zhao, C., Wang, F., Zhao, X., and Fang, Y. (2019). Effects of Feeding Garlic Powder on Growth Performance, Rumen Fermentation, and the Health Status of Lambs Infected by Gastrointestinal Nematodes. Animals, 9. 102.










