Evaluasi Kadar Air Gabah

Main Article Content

Andi Nurwidah
Andi Asni
Arinil Haq

Abstract

Pengambilan data ini dilakukan dengan pengukuran kadar air menggunakan metode pengeringan. Metode pengeringan  merupakan suatu metode untuk mengeluarkan sebagian air dari suatu bahan dengan cara menguapkan air tersebut menggunakan energi panas. Pengukuran ini menggunakan alat moisture meter untuk mengukur kadar air gabah. Tujuan Pengukuran ini adalah mengetahui kadar air gabah setelah pemanenan, mengetahui kadar air gabah setelah pengeringan kemudian membandingkan kadar air gabah sebelum dan setelah di keringkan. Kadar air setelah pemanenan di ukur menggunakan Moisture meter mempunyai kandungan air 20,5%. Kadar air setelah pengeringan di ukur menggunakan Moisture meter mempunyai kandungan air 14.0%. Hasil tersebut menunjukkan pengurangan kadar air sebanyak 6,5%.

Article Details

Section
Articles

References

Rohmat, F. (2012). Peningkatan kualitas gabah dengan proses pengeringan menggunakan alat zeolit alam pada unggun terfluidisasi. Jurnal Teknologi kimia dan industri. vol. 1. no. 1. hal 206-21
Manalu L.P. (2009). Menghitung kebutuhan pengeringan di kecamatan ciomas Bogor dengan metode monte carlo. jurnal sains dan teknologi indonesia. vol 11. no. 3. hal 15-156.
Herawati, W. D. 2012. Budidaya Padi. Javalitera. Jogjakarta.
SNI beras 2015
Setiyani, 2011, Pengeringan Gabah Dengan Metode Mixed-Adsorpstion Drying Menggunakan Zeolite Pada Unggun Terfluidisasi, Universitas Diponegoro: Skripsi.
Prasetyo,Y.T.(2003). Bertanam Padi Gogo Tanpa Olah Tanah. PT. Penebar Swadaya. Jakarta.
Yeni E Maryana, dkk. 2015. Pengaruh Tempering Terhadap Perubahan Kadar Air dan Waktu Pada Pengeringan Gabah Dengan Sinar Matahari Di Lahan Pasang Surut Kabupaten Banyuasin, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Sumatera Selatan.